sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Tanah bergerak di Gunung Putri Bogor menyebabkan kerusakan pada tiga rumah warga di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peristiwa ini terjadi di wilayah yang diketahui masuk zona merah pergerakan tanah dan memaksa sejumlah warga meninggalkan tempat tinggalnya demi keselamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat satu rumah mengalami kerusakan berat dan dua lainnya rusak sedang akibat pergerakan tanah yang terjadi sejak Minggu (1/3/2026) petang.

“Korban terdampak berdasarkan hasil kaji cepat yaitu 1 unit rumah rusak berat dan 2 unit rumah rusak sedang,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, Selasa (3/3/2026).

Lokasi Termasuk Zona Merah Pergerakan Tanah

Tanah bergerak terjadi di kawasan yang secara geografis memang rawan bencana. Adam menjelaskan lokasi tersebut berada di zona merah pergerakan tanah dan berdekatan dengan tebing Sungai Cileungsi.

“Lokasi tersebut merupakan zona merah pergerakan tanah, ditambah lokasi bangunan terdampak tidak jauh dari tebingan Sungai Cileungsi,” jelasnya.

Pergerakan tanah susulan kembali terjadi pada Senin (2/3/2026), yang menyebabkan tingkat kerusakan pada rumah warga bertambah.

“Korban terdampak 4 KK (kepala keluarga) dengan total 15 jiwa,” ungkapnya.

Warga Mengungsi Tidak Ada Korban Jiwa

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini membuat sejumlah warga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. BPBD mencatat tiga keluarga memilih meninggalkan rumahnya sementara waktu.

“Korban mengungsi sebanyak 9 jiwa, saat ini untuk sementara diungsikan ke kontrakan dan ke rumah anak,” imbuhnya.

Hingga kini, rumah yang mengalami kerusakan belum diperbaiki dan masih dalam kondisi kosong karena dinilai tidak aman untuk ditempati. Warga terdampak tetap berada di pengungsian sambil menunggu penanganan lanjutan dari pihak terkait.