Tanggapi Walikota Samarinda Sewa Mobil Land Rover Defender, Pemkot Sebut Biaya Rp160 Juta per Bulan untuk Tamu VIP
HAIJAKARTA.ID – Publik dikejutkan dengan beredarnya isu kendaraan mewah Land Rover Defender yang kerap terlihat digunakan Wali Kota Samarinda.
Pemerintah Kota Samarinda mencoba mengklarifikasikan isu yang beredar.
Dalam klarifikasinya, Pemkot menyatakan bahwa kendaraan tersebut bukan mobil dinas pribadi wali kota, melainkan mobil operasional yang disewa untuk melayani tamu penting yang datang ke kota tersebut.
Walikota Samarinda sewa mobil Land Rover Defender menjadi perbincangan masyarakat setelah kendaraan tersebut beberapa kali terlihat digunakan dalam kegiatan resmi.
Pemkot Samarinda Jelaskan Status Mobil Land Rover Defender
Kepala Bagian Umum Sekretariat Kota Samarinda, Dilan Wewengkang, menjelaskan bahwa rencana pengadaan kendaraan operasional sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2022.
Ia menyebutkan bahwa pada saat itu pemerintah kota telah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk membeli kendaraan operasional bagi kebutuhan tamu penting.
“Pada tahun 2022 sebenarnya sudah disiapkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk rencana pengadaan kendaraan operasional,” ujar Dilan, Kamis (12/3/2026).
Namun rencana pembelian kendaraan tersebut tidak dapat direalisasikan karena adanya kendala administratif dari pihak dealer.
Menurut Dilan, agen tunggal pemegang merek tidak dapat menyediakan kendaraan dengan pelat merah yang dibutuhkan pemerintah daerah untuk pengadaan langsung.
Ia menjelaskan bahwa saat itu pemerintah kota sebenarnya berniat membeli kendaraan tersebut, tetapi pihak agen tidak dapat mengeluarkan unit dengan pelat merah.
Pilih Skema Sewa Kendaraan
Karena mengalami kendala dalam proses pembelian kendaraan, Pemkot Samarinda kemudian mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional tersebut.
Pemerintah kota kemudian berkonsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengenai solusi yang dapat ditempuh.
Dari hasil konsultasi tersebut, Pemkot Samarinda mendapatkan opsi untuk menggunakan skema penyewaan kendaraan sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
Dilan menjelaskan bahwa setelah dilakukan koordinasi dengan LKPP, salah satu solusi yang memungkinkan adalah menggunakan sistem penyewaan kendaraan.
Biaya Sewa Capai Rp160 Juta per Bulan
Melalui skema tersebut, Pemkot Samarinda akhirnya memilih kendaraan jenis SUV Land Rover Defender sebagai kendaraan operasional tamu VIP.
Menurut Dilan, kendaraan tersebut dipilih karena memiliki kemampuan yang lebih baik untuk melintasi berbagai kondisi jalan di Samarinda, termasuk kawasan yang sering tergenang air.
Ia menyampaikan bahwa kendaraan biasa terkadang sulit melewati kondisi jalan tertentu, terutama ketika terjadi genangan atau banjir.
Skema penyewaan kendaraan itu mulai dijalankan sejak tahun 2023 dan memiliki masa kontrak selama tiga tahun hingga 2026.
Dilan menjelaskan bahwa kontrak penyewaan kendaraan tersebut berlaku sejak 2023 dan akan berakhir pada 2026.
Dalam kontrak tersebut, biaya penyewaan kendaraan mencapai sekitar Rp160 juta setiap bulan.
Mobil tersebut disediakan oleh perusahaan penyewaan kendaraan PT Indorent Tbk yang berkantor pusat di Jakarta.
Selama masa kontrak berlangsung, seluruh biaya pemeliharaan kendaraan ditanggung oleh pihak penyedia.
Ia menyebutkan bahwa seluruh biaya servis dan perawatan kendaraan menjadi tanggung jawab penyedia, bahkan teknisi akan datang langsung ke Samarinda jika kendaraan membutuhkan perawatan.
Wali Kota Tegaskan Bukan Mobil Dinas Pribadi
Menanggapi polemik yang berkembang, Wali Kota Samarinda Andi Harun juga memberikan penjelasan terkait penggunaan kendaraan tersebut.
Ia menegaskan bahwa kendaraan tersebut sejak awal memang diperuntukkan sebagai kendaraan operasional untuk melayani tamu penting yang datang ke Samarinda.
“Itu memang kendaraan untuk tamu. Dalam nomenklatur sejak tahun 2022 sudah ditetapkan sebagai mobil tamu VIP,” kata Andi Harun saat ditemui usai rapat koordinasi di Mapolresta Samarinda, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan kendaraan tersebut biasanya digunakan untuk menjemput atau mengantar tamu penting seperti menteri maupun pejabat kementerian yang berkunjung ke Samarinda.
Menurut Andi, pemerintah kota sebelumnya memang belum memiliki kendaraan khusus untuk melayani tamu VIP.
Ia juga menegaskan bahwa kendaraan dinas resmi wali kota yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari masih menggunakan sedan lama.
Andi menjelaskan bahwa untuk kegiatan di dalam kota dirinya biasanya menggunakan sedan dinas yang lama, sedangkan kendaraan tersebut hanya digunakan ketika kegiatan lapangan atau kondisi jalan tidak memungkinkan dilalui sedan.
Ia juga membantah anggapan bahwa dirinya mengganti mobil dinas setelah polemik kendaraan tersebut viral.
Menurutnya, mobil dinas wali kota masih menggunakan kendaraan lama dan belum pernah diganti dengan yang baru.
Ia menambahkan bahwa kendaraan Land Rover Defender tersebut hanya digunakan sesekali, terutama untuk kegiatan lapangan maupun pelayanan tamu penting.
Andi menegaskan bahwa penggunaan kendaraan tersebut tidak menjadi masalah karena statusnya bukan dibeli oleh pemerintah daerah, melainkan hanya disewa.
