Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Bagaimana tata cara ziarah kubur ke makam orang tua yang benar? Menjelang bulan suci Ramadan, tradisi ziarah kubur kembali ramai dilakukan umat Islam di berbagai daerah.

Pemakaman umum dipenuhi keluarga yang datang mendoakan orang tua dan kerabat yang telah wafat.

Namun sejatinya, ziarah kubur bukan hanya kebiasaan musiman, melainkan amalan yang dianjurkan dalam Islam sebagai sarana mengingat kematian dan memperbanyak doa.

Dalam ajaran Islam, ziarah kubur memiliki nilai spiritual yang tinggi. Rasulullah ﷺ, yakni Nabi Muhammad SAW, menganjurkan umatnya untuk berziarah setelah sebelumnya sempat melarang pada masa awal Islam.

Larangan tersebut kemudian dicabut karena ziarah membawa manfaat besar bagi keimanan.

Hadis riwayat Muslim menyebutkan:

“Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah, karena ziarah itu mengingatkan kalian kepada akhirat.”

Anjuran ini menjadi dasar kuat bahwa ziarah kubur adalah ibadah yang bernilai jika dilakukan sesuai tuntunan syariat.

Makna dan Tujuan Ziarah Kubur

Ziarah kubur tidak hanya sekadar mengunjungi makam, tetapi memiliki beberapa tujuan penting, di antaranya:

  • Mendoakan orang tua dan keluarga yang telah meninggal dunia
  • Mengingatkan diri akan kematian dan kehidupan akhirat
  • Menumbuhkan sikap rendah hati serta kesadaran spiritual
  • Menguatkan hubungan batin dengan orang tua melalui doa

Dalam Islam, doa anak yang saleh merupakan salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir meski orang tua telah wafat.

Tata Cara Ziarah Kubur Orang Tua Sesuai Sunnah

Agar ziarah bernilai ibadah, berikut langkah-langkah yang dianjurkan ulama berdasarkan hadis dan kitab fikih:

1. Berwudhu sebelum berangkat

Membersihkan diri agar ziarah dilakukan dalam keadaan suci dan penuh kekhusyukan.

2. Mengucapkan salam kepada ahli kubur

Salam ditujukan kepada seluruh muslim yang telah wafat sebagai bentuk doa keselamatan.

3. Berzikir dan berdoa menghadap kiblat

Membaca tasbih, tahmid, takbir, serta doa ampunan bagi almarhum.

4. Membaca ayat dan surah pendek Al-Qur’an

Seperti Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

5. Mendoakan orang tua secara khusus

Memohonkan ampunan, rahmat, serta tempat terbaik di sisi Allah SWT.

6. Menjaga adab di area pemakaman

Tidak duduk di atas makam, tidak melangkahi pusara, serta menjaga sikap tenang dan sopan.

Doa Utama untuk Orang Tua Saat Ziarah Kubur

Salah satu doa yang dianjurkan berbunyi:

“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkan kesalahannya, lapangkan kuburnya, bersihkan dari dosa-dosanya sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran, dan masukkan ia ke dalam surga.”

Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih dan menjadi bacaan utama umat Islam saat menziarahi makam keluarga.

Adab yang Perlu Dijaga Saat Berziarah

Agar tidak keluar dari tuntunan agama, beberapa etika penting berikut perlu diperhatikan:

  • Tidak meratap atau menangis berlebihan
  • Tidak meminta sesuatu kepada penghuni kubur
  • Tidak menjadikan ziarah sebagai ajang berfoto
  • Tidak menginjak atau duduk di atas pusara
  • Tidak mengkhususkan hari tertentu tanpa dalil syariat

Islam membolehkan ziarah kapan saja, tanpa harus menunggu momen tertentu seperti menjelang Ramadan atau hari raya.

Ziarah Kubur sebagai Sarana Persiapan Spiritual

Banyak umat Islam menjadikan ziarah kubur sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan.

Dengan mendoakan orang tua, hati terasa lebih tenang, rasa syukur meningkat, dan kesadaran untuk memperbanyak ibadah pun tumbuh.

Momentum ini mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sementara kehidupan akhirat adalah tujuan utama.

Ziarah kubur orang tua merupakan amalan mulia yang sarat makna. Jika dilakukan sesuai sunnah, ziarah tidak hanya membawa pahala bagi almarhum, tetapi juga menjadi sarana introspeksi dan penguatan iman bagi yang masih hidup.

Lebih dari sekadar tradisi, ziarah adalah bentuk kasih sayang yang terus mengalir melalui doa, sekaligus pengingat bahwa setiap manusia kelak akan kembali kepada Allah SWT.