Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Motif kematian terapis spa terbongkar setelah polisi menangkap Ahmad Riansah alias Delon, suami siri korban SM (23), yang tewas di kamar kos kawasan Kayuringin, Kota Bekasi.

Pelaku mengaku diliputi cemburu karena korban masih berkomunikasi dengan pelanggan.

Kasus motif kematian terapis spa terbongkar ini terungkap usai penyidik Polda Metro Jaya memeriksa Ahmad Riansah, pria yang membunuh terapis wanita berinisial SM (23).

Hingga kini, polisi masih mendalami motif detail di balik pembunuhan tersebut.

“(Motif) Masih didalami,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (14/11/2026).

Pelaku ditangkap pada Minggu (11/1/2026) malam di Kampung Sanding RT 019/RW 005, Kelurahan Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, penangkapan dilakukan di depan orang tua pelaku.

Pengakuan Pelaku Cemburu dan Penyadapan WhatsApp

Dalam pemeriksaan, Ahmad mengakui membunuh korban dengan cara memiting hingga tewas.

Ia mengungkapkan bahwa cekcok terjadi sebelum kejadian, dipicu rasa cemburu yang terus menumpuk.

Ahmad menyebut hubungan mereka tidak direstui keluarga.

Ia juga mengaku menyadap WhatsApp korban karena sakit hati melihat korban masih berkomunikasi dengan pelanggan tempatnya bekerja.

“Saya kan nyadap WA-nya, saya bilang, kamu jangan chattingan sama tamu, soalnya saya sakit hati, soalnya kamu suka lupa ngehapus chat. Memang karena komitmen dia mau kerja sampai lebaran doang, abis itu mau rujuk lagi sama saya. Cuman hubungan saya itu yah….soalnya orang tuanya inilah, jadi kita tinggal di Bandung juga ngumpet dari orang tuanya,” kata Ahmad.

Pelaku menyebut korban marah setelah mengetahui ponselnya disadap, hingga pertengkaran tak terhindarkan.

Detik-detik Pembunuhan di Kamar Kos

Peristiwa pembunuhan terjadi pada Rabu (7/1) sekitar pukul 09.00 WIB di sebuah kamar kos di Kayuringin, Kota Bekasi. Pelaku mengaku menghabisi nyawa korban dengan cara memiting.

“Habis itu langsung saya piting,” ujarnya.

Setelah korban tak bernyawa, pelaku mengaku tetap berada di kamar kos selama kurang lebih 30 menit dan pergi keluar untuk membeli cairan pembersih.

Ia bahkan sempat berniat mengakhiri hidupnya sendiri dengan meminum cairan pembersih.

“Udah gitu saya temenin dulu, nemenin dulu setengah jam. Saya keluar, keluar itu saya minum, habis itu saya balik ke kosan karena memang saya niatnya pengen mati bareng-bareng, Pak. Makanya saya beli, cairan itu. Habis itu sayaminum segelas kecil. Nggak dapet setengah jam, malah saya muntah-muntah,” jelasnya.

Jasad Korban Ditemukan Keluarga

Sebelumnya, jasad SM ditemukan pada Rabu, (7/1/2026) pukul 20.26 WIB.

Penemuan bermula saat ibu korban meminta kerabat mendatangi kos karena korban tak bisa dihubungi.

Sesampainya di lokasi, saksi AS menggedor pintu kamar kos, namun tak mendapat jawaban.

Keluarga kemudian meminta bantuan DRH selaku pengurus kos untuk membuka kamar.

Karena pintu terkunci, DRH mengambil kunci duplikat, setelah pintu berhasil dibuka korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar.