Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Warga Depok masih mempertahankan tradisi Kebo Andil sebagai bagian dari budaya turun-temurun menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini mencerminkan nilai kebersamaan dan gotong royong yang kuat di tengah masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, warga secara kolektif melakukan patungan untuk membeli seekor kerbau yang kemudian dipotong dan hasilnya dibagikan bersama. Proses ini melibatkan masyarakat mulai dari tahap persiapan hingga pembagian daging.

Tradisi Kebo Andil Jelang Lebaran di Depok

Wali Kota Depok, Supian Suri menjelaskan bahwa tradisi ini sudah ada sejak lama dan menjadi solusi masyarakat di masa lalu untuk menikmati daging saat momen istimewa seperti Lebaran.

“Tradisi Kebo Andil ini merupakan tradisi lama masyarakat Depok. Dahulu akses ke pasar cukup jauh, sehingga masyarakat jarang mengonsumsi daging. Idul Fitri menjadi momen istimewa, sehingga dilakukan patungan untuk bisa menikmati daging bersama,” kata Supian diansir dari Antara pada Kamis, (19/3/2026).

Menurut Supian, tradisi Kebo Andil bukan sekadar kegiatan berbagi daging, tetapi juga menjadi simbol kuatnya rasa kebersamaan di masyarakat. Tingginya partisipasi warga dalam tradisi ini menunjukkan masih terjaganya nilai keguyuban di tengah perkembangan zaman.

“Terdapat tujuh kerbau yang dipotong. Dagingnya dibagikan kepada warga yang ikut urunan serta sebagian masyarakat untuk persiapan Idul Fitri,” jelasnya.

Alasam Pemilihan Kerbau

Supian juga mengungkapkan alasan pemilihan kerbau dalam tradisi ini. Selain memiliki nilai historis, daging kerbau dinilai lebih cocok untuk kebutuhan masyarakat saat Lebaran.

“Hal itu menjadi salah satu alasan mengapa kerbau dipilih dalam tradisi ini,” ujarnya.

Tekstur daging kerbau yang lebih padat membuatnya tidak mudah hancur saat dimasak berulang kali, sehingga cocok untuk berbagai olahan khas Lebaran.

Pemerintah Kota Depok pun berharap tradisi Kebo Andil dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya tak benda. Tradisi ini tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga di tengah kehidupan modern.