Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Ritual Harta Karun Bandung berujung maut setelah dua orang ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun tanah dan beton bekas fondasi mesin penggilingan padi di Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Rabu (4/2/2026).

Diketahui, satu korban lainnya selamat namun mengalami luka-luka insiden tersebut terjadi di bangunan eks penggilingan padi yang menewaskan Muhammad Nizar Hafidhul atau MHN (25) dan Rika Yuliana atau RY (40).

Keduanya tertimbun material saat berada di dalam lubang galian, sementara Fitri Handayani atau FH (47) berhasil diselamatkan meski mengalami cedera.

Kejadian tragis itu berlangsung di bangunan bekas tempat penggilingan padi yang berlokasi di Jalan Terusan Sindang Barang, RT 003 RW 005, Kelurahan Antapani Kulon, Kecamatan Antapani.

Korban tertimbun Saat Berada di Dalam Lubang Galian

Berdasarkan informasi yang beredar, para korban berada di dalam lubang yang telah digali beberapa hari sebelum kejadian.

Dari keterangan sementara inisial F, mengatakan jika korban menggali beberapa titik area tersebut karena diduga ada satu peti harta karun, kemudian saat berada di dalamnya, fondasi beton bekas mesin penggilingan padi tiba-tiba roboh dan menimpa tubuh korban.

“Keterangan awal dari F, di lokasi itu disebut ada satu peti harta karun. Saat korban masuk ke dalam galian, mereka terpeleset lalu tertimpa tanah,” ujar dia.

Sementara itu, salah satu korban yang mengetahui peristiwa tersebut kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran Kota Bandung untuk mengevakuasi kedua korban.

Ketua RW setempat, Yeti, mengungkapkan bahwa di lokasi kejadian terdapat lebih dari satu lubang galian.

“Lubangnya ada beberapa, beton yang roboh itu ada di lubang sebelah pinggir,” ujarnya.

Yeti juga menyebutkan bahwa proses penggalian telah dilakukan cukup lama sebelum insiden terjadi.

“Katanya semingguan,” ucapnya.

Saat ditanya mengenai pihak yang melakukan penggalian, Yeti menyebut aktivitas tersebut melibatkan keluarga korban.

“Kelurga korban, sama saudara-sudaranya, infonya gitu,” sebut Yeti.

Bukan Informasi Harta Karun

Sebelumnya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Disdamkarmat) Kota Bandung menyebut korban tertimbun material saat melakukan ritual pembuatan kolam renang.

Sementara itu, Kapolsek Antapani Kompol Yusuf Tojiri menyatakan korban diduga tengah menjalani ritual pencarian harta karun.

Menanggapi beragam informasi tersebut, Yeti membenarkan adanya perbedaan versi terkait tujuan penggalian. Informasi yang ia terima menyebutkan aktivitas tersebut berkaitan dengan pembuatan kolam ikan.

“Beda informasi, ada yang mengatakan buat kolam ikan dan ada informasi untuk mencari titik air, tapi kita tidak tahu tujuannya untuk apa,” kata Yeti.

Yeti menegaskan bahwa pihak lingkungan tidak pernah menerima laporan mengenai rencana pencarian harta karun di lokasi tersebut.

“Informasi harta karun enggak, katanya untuk kolam ikan dan cari titik air. Itu informasi dari adiknya,” pungkasnya.