sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Seorang bocah laki-laki berinisial MAS (9) ditemukan meninggal dunia di wilayah Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (7/6/2026).

Korban diduga menjadi korban serangan anjing pemburu babi hutan saat berada di sekitar lokasi untuk memancing.

Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan jasad korban tergeletak telungkup di atas rerumputan. Dalam video lain, terlihat petugas kepolisian dan TNI mengevakuasi korban menggunakan kendaraan patroli.

Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas di Bogor

Kapolsek Jasingan Iptu Agus Hidayat, membenarkan adanya temuan jasad bocah tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, korban diduga diserang anjing pemburu saat sedang memancing.

“Betul, ada ditemukan mayat. Lokasi penemuannya di Desa Sipak, Jasingan. Korban usia 9 tahun, informasi dari keluarganya 9 tahun. Korban atas nama MAS,” kata Agus pada Minggu, (7/6/2026).

Ia menjelaskan, dugaan sementara yang berkembang di masyarakat menyebut korban digigit anjing pemburu babi hutan. Namun, polisi masih mendalami penyebab pasti kematian korban.

“Informasi awal dari warga, korban lagi mancing, digigit anjing (pemburu babi). Ini kan baru informasi awalnya, baru diduga. Setelah anggota cek ke lokasi, memang betul ada mayat anak kecil,” katanya.

Diduga Digigit Anjing, Ditemukan Ada Luka di Kepala

Menurut Agus, korban ditemukan warga yang melintas di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Polisi menemukan adanya luka di bagian kepala korban. Namun hingga kini penyebab pasti luka tersebut masih didalami melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.

“Tadi siang jam 11.30 WIB ditemukan warga setempat. Jadi kan baru diduga ini meninggalnya digigit anjing, ya namanya masyarakat kan yang ngomong, untuk kepastiannya nanti kita setelah cari dan pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya.

Agus menjelaskan bahwa bentuk luka yang ditemukan terlihat tidak beraturan. Meski demikian, polisi memastikan luka tersebut bukan akibat senjata tajam.

“(Korban) luka di kepala. Bentuk lukanya sih acak ya. Iya (bukan akibat sajam), kalau pada saat di TKP, ketika kita datang memang tidak ditemukan, tidak ada (anjingnya),” katanya.

Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Bogor dan unit terkait untuk mengusut kasus tersebut secara menyeluruh.

“Saya juga sudah koordinasi dengan Kasat PPA/PPO, dengan Kasat Reskrim, saya juga sudah laporkan kejadian ini ke Kapolres. Jadi saat ini masih tahapan proses pemeriksaan dulu saksi-saksi, masih penyelidikan,” jelas Agus.

Polisi Amankan 43 Pemburu Babi Hutan

Dalam rangka mendalami dugaan keterlibatan anjing pemburu, polisi mengamankan sebanyak 43 orang yang diketahui merupakan pemburu babi hutan di wilayah Kecamatan Jasinga.

Para pemburu tersebut diamankan sementara untuk dimintai keterangan terkait aktivitas perburuan yang dilakukan di sekitar lokasi kejadian.

“Pemburunya sudah kita amankan sekitar 43 orang, (pemburu) babi hutan,” kata Agus.

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah kematian korban benar disebabkan oleh serangan anjing pemburu. Seluruh kemungkinan masih didalami melalui pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti.

“Belum (ngaku), kita masih menduga aja karena kan ramainya masyarakatkan (karena) pemburu, tapi kita gak bisa langsung nuduh mereka ini makanya kita sengaja periksa dulu, terus kita amankan dulu kejadian sebetulnya apasih nanti baru kita sampaikan,” ujarnya.

Agus menegaskan bahwa hingga saat ini polisi masih berupaya mencari saksi yang benar-benar melihat langsung peristiwa tersebut. Sebab, saksi yang telah diperiksa baru menemukan korban dalam kondisi sudah tergeletak di lokasi.

“Makanya ini lagi dicari saksi dulu yang bener-bener melihat kejadian. Ini baru kita baru dapat saksi itu yang ngelihat anak tersebut udah tergeletak,” pungkasnya.