Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Fenomena tumpukan sampah di Ciracas menjadi sorotan setelah banjir setinggi 1,5 meter melanda kawasan Jalan Tanjung, RT 08 RW 05, Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026).

Pantauan di lokasi pada Rabu (25/3/2026) menunjukkan, sampah masih menumpuk dan didominasi oleh perabot rumah tangga seperti lemari, kasur, hingga sepatu. Kondisi sampah yang masih basah menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas warga sekitar.

Tumpukan Sampah di Ciracas

Tumpukan sampah di Ciracas terlihat menggunung di sepanjang jalan lingkungan. Sejumlah warga bahkan tampak membongkar dipan atau tempat tidur yang rusak untuk mengambil bagian kayu yang masih bisa dimanfaatkan.

Sampah tersebut merupakan sisa-sisa banjir yang baru surut sehari setelah kejadian. Kondisi ini membuat lingkungan menjadi kumuh dan tidak nyaman bagi warga.

Sekretaris RT 08 RW 05 Kelurahan Ciracas, Djarot, menjelaskan bahwa tumpukan sampah di Ciracas berasal dari pembersihan rumah warga usai banjir.

“Sampahnya terdiri dari perabot rumah tangga, ada juga yang terbawa arus banjir lalu menumpuk di sini. Di RT 08 ada 106 kepala keluarga, ditambah RT 09 sebanyak 89 kepala keluarga. Namun yang terdampak paling parah berada di wilayah RT 08,” ujar Djarot.

Djarot juga menambahkan bahwa sampah dari wilayah sekitar turut terbawa arus dan menumpuk di satu titik.

Pengangkutan Sampah Terkendala Antrean TPS

Proses pengangkutan tumpukan sampah di Ciracas baru dilakukan beberapa hari setelah banjir surut. Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Ciracas mulai membersihkan area menggunakan mobil pikap.

Namun, keterlambatan pengangkutan disebabkan oleh antrean di tempat pembuangan.

Djarot menjelaskan, “Biasanya setelah banjir, keesokan harinya sampah langsung diangkut. Namun kali ini terkendala antrean di tempat pembuangan akhir maupun di penampungan sekitar Terminal Kampung Rambutan.”