sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Vaksin campak gratis disediakan jelang mudik lebaran, layanan vaksinasi campak gratis mulai digencarkan untuk melindungi anak-anak dari risiko penularan penyakit menular yang berbahaya.

Direktur Rumah Vaksinasi Pusat, dr. Elsa Hufaidah, mengatakan program vaksinasi ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama para orang tua yang ingin memastikan anaknya tetap sehat saat bepergian dan bertemu banyak orang selama masa libur Lebaran.

Menurutnya, periode menjelang Hari Raya Idul Fitri biasanya diiringi dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi.

Banyak keluarga melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman dan berkumpul dengan kerabat dari berbagai daerah, sehingga risiko penularan penyakit menular seperti campak menjadi lebih besar.

“Sebentar lagi kita memasuki hari raya, biasanya orang akan mudik dan bertemu banyak orang. Dalam kondisi seperti ini penyakit menular, termasuk campak, menjadi perhatian khusus karena penularannya sangat cepat,” ujar Elsa saat ditemui di Klinik Rumah Vaksin di Jakarta, Kamis.

Risiko Penularan Campak Saat Mobilitas Tinggi

Elsa menjelaskan bahwa penyakit campak dapat menular melalui udara dari percikan batuk atau bersin penderita.

Virus ini dikenal sangat mudah menyebar, bahkan satu orang yang terinfeksi bisa menularkan penyakit tersebut kepada banyak orang dalam waktu singkat.

Kelompok yang paling rentan terhadap penularan adalah anak usia balita, terutama mereka yang berusia 9 bulan hingga 59 bulan.

Oleh karena itu, para orang tua dianjurkan untuk memastikan imunisasi anak sudah lengkap sebelum melakukan perjalanan mudik.

Dengan imunisasi yang lengkap, anak-anak memiliki perlindungan yang jauh lebih baik terhadap penyakit campak dan risiko komplikasi yang lebih berat.

Campak Bisa Menyebabkan Komplikasi Serius

Meski sering dianggap sebagai penyakit dengan gejala ringan seperti demam dan ruam pada kulit, campak sebenarnya dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Beberapa komplikasi yang dapat muncul akibat infeksi campak antara lain:

  • Radang paru-paru (pneumonia)
  • Radang otak (ensefalitis)
  • Diare berkepanjangan

Menurut Elsa, kondisi tersebut bisa membahayakan kesehatan anak, terutama jika daya tahan tubuh mereka rendah.

“Campak berat dapat menimbulkan komplikasi seperti radang paru, radang otak, hingga diare terus-menerus. Jika sudah terjadi komplikasi, tentu sangat memprihatinkan melihat anak-anak mengalami kondisi seperti itu,” jelasnya.

Gejala Campak pada Anak

Pada anak yang belum mendapatkan vaksin campak, gejala biasanya muncul beberapa hari setelah terpapar virus.

Gejala awal yang sering muncul antara lain:

  • Demam selama 2 hingga 4 hari
  • Batuk dan pilek
  • Mata merah
  • Muncul ruam kemerahan pada kulit

Ruam tersebut biasanya muncul pertama kali di area wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam akan bertahan sekitar empat hari sebelum akhirnya memudar.

Penularan virus campak dapat terjadi dalam rentang 2 hingga 10 hari sejak anak terpapar virus di lingkungan sekitar.

Orang Tua Diminta Tidak Takut Vaksin

Elsa juga mengingatkan para orang tua agar tidak ragu memberikan vaksin kepada anak hanya karena khawatir terhadap kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Menurutnya, efek samping setelah imunisasi umumnya ringan dan jauh lebih kecil risikonya dibandingkan jika anak benar-benar terinfeksi penyakit campak.

KIPI yang paling umum terjadi biasanya berupa demam ringan yang muncul sekitar lima hari setelah vaksinasi. Kondisi ini bisa ditangani dengan pemberian obat penurun panas dan biasanya akan membaik dengan cepat.

Anak dengan Imunitas Rendah Lebih Berisiko

Elsa menambahkan bahwa semua anak sebenarnya memiliki risiko terkena campak, terutama jika belum mendapatkan vaksinasi.

Risiko tersebut akan semakin tinggi pada anak yang memiliki kondisi tertentu, seperti:

  • Gizi buruk
  • Daya tahan tubuh lemah
  • Belum melengkapi imunisasi dasar

Jika kondisi tersebut terjadi, maka infeksi campak berpotensi berkembang menjadi lebih berat.

Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk memanfaatkan layanan vaksinasi yang tersedia sebelum musim mudik dimulai.

Dengan imunisasi yang lengkap, anak-anak akan memiliki perlindungan yang lebih kuat sehingga dapat tetap sehat selama perjalanan dan saat berkumpul bersama keluarga pada momen Lebaran.