Viral! Bapak-bapak Elus Paha Penumpang Perempuan yang Tertidur di Transjakarta, Sempat Ngelak Saat Ditegur
HAIJAKARTA.ID – Viral! Bapak-bapak Elus Paha Penumpang Perempuan yang Tertidur di Transjakarta ramai diperbincangkan di media sosial.
Seorang perempuan mengaku menjadi korban dugaan pelecehan seksual saat tertidur di dalam bus Transjakarta, aksi tersebut terekam video dan menuai kecaman publik.
Bapak-bapak Elus Paha Penumpang Perempuan yang Tertidur di Transjakarta terjadi ketika korban tertidur di kursi bus.
Menurut penuturan korban, pria yang duduk di sebelahnya diduga mengelus paha korban saat ia tidak sadar.
Ketika terbangun, korban langsung menegur pelaku dan merekam percakapan yang terjadi.
Dalam rekaman video yang beredar, korban mempertanyakan tindakan pria tersebut.
“Tadi megang-megang celana saya ngapain?” tanya perempuan dalam rekaman videonya.
Namun, pria yang diduga pelaku langsung membantah.
“Enggak saya, tidur tadi ngantuk,” katanya.
Korban tidak percaya dan kembali menegaskan.
“Masa? orang tadi bapaknya melek kok,” kata perempuan, sebagai korban.
Namun pria tersebut tetap mengelak.
“Saya mau ini gini pegel-pegel,” katanya.
Korban kemudian menegaskan bahwa dirinya telah merekam wajah pelaku.
“Saya udah dapat muka bapak ya,” katanya.
Pria tersebut lantas meminta maaf, meski masih membantah perbuatannya.
“Sorry-sorry, enggak saya sorry minta maaf.”
Korban kembali menanyakan maksud tindakan pelaku.
“Tadi mau ngapain?” si cewe menanyakan ulang, menegaskan.
Pelaku tetap memberikan alasan yang sama.
“Saya pegel tangan saya pegel,” katanya.
Korban menyebut ada saksi lain yang melihat kejadian tersebut.
“Orang ibu-ibu itu juga liat kok,”
Namun pelaku tetap bersikeras.
“Saya mau begini, tangan saya mau begini,”
Korban menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan.
“Engga boleh kaya gitu pak, megang-megang paha bu. Orang lagi tidur dipegang pahanya, begini untung saya bangun. Saya udah dapet muka bapak loh, saya kaget pak lagi tidur dipegang begitu,” jelas perempuan.
Pelaku kembali menyangkal.
“Siapa pegang, saya engga pegang ya,”
Korban kemudian meminta bantuan petugas.
“Panggilin tolong dong petugasnya, tolong ini ada yang megang-megang.”
Setelah korban meminta pertolongan, pria tersebut beranjak dari kursinya karena sebelumnya masih duduk bersebelahan dan terus mengelak sepanjang proses pelaporan.
“Saya ketiduran, saya ketiduran.”
Saat di hadapan petugas Transjakarta, korban kembali menjelaskan kejadian tersebut.
“Pak ini tadi dia pegang-pegang paha saya pak,” ucapnya.
Tetapi, masih sama pelaku tetap membantah.
“Saya ketiduran, saya engga pegang-pegang,” jawabnya
Korban menegaskan bahwa pelaku dalam kondisi sadar.
“Engga dia melek, pak saya bangun dia melek. Dia begini ke kaki saya pak, saya kaget sumpah, pas saya bangun tangannya dia langsung kaya gini,” kata perempuan mengadu.
Pelaku kembali beralasan ingin segera bekerja.
“Saya mau kerja, saya ketiduran juga, saya engga pegang-pegang,” katanya.
Korban kemudian meminta agar wajah pelaku didokumentasikan.
Dikira saya diem aja kali, disuruh buka pak maskernya pak.”
Terdengar pria tersebut merespons.
“Foto-foto aja mukanya.”
Namun dalam proses dokumentasi, masker yang dikenakan pelaku disebut tidak dibuka sepenuhnya.
Melihat gestur bapak tersebut, korban menilai bapak tersebut ketakutan
“Tuhkan ketakutan kan,” ucapnya.
Petugas Transjakarta kemudian meminta pelaku turun dari bus untuk ditindaklanjuti.
Tuai Reaksi Keras Netizen
Kasus bapak-bapak elus paha penumpang perempuan yang tertidur di Transjakarta ini langsung menuai kecaman dari warganet.
Banyak netizen mendesak agar pelaku segera diproses hukum demi mencegah korban lain.
Salah satu netizen menuliskan komentar tegas.
“Yg sprt ini perlu ditindak, jgn dibiarin…” tulis akun @dwi***.
Komentar serupa juga datang dari akun lain.
“Tangkap & segera lakukan proses hukum sebelum ada korban lain!!” tulis akun @emma***.
Melalui unggahannya, korban juga meminta pihak Transjakarta memperketat pengawasan dan menindak tegas pelaku pelecehan seksual di transportasi umum, sekaligus mengingatkan kemungkinan adanya korban lain yang belum berani melapor.
