Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Bocah SD terseret motor di Medan menjadi sorotan publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial.

Peristiwa memilukan ini terjadi ketika seorang anak perempuan berusaha mempertahankan telepon genggam miliknya yang dicuri seorang pria, hingga akhirnya terseret sepeda motor sejauh kurang lebih 20 meter.

Aksi bocah SD terseret motor di Medan itu terekam dalam video yang beredar luas dan memperlihatkan pelaku diduga masuk ke rumah korban secara diam-diam sebelum mengambil handphone yang berada di dalam rumah.

Korban yang masih mengenakan seragam Sekolah Dasar menyadari pencurian tersebut dan langsung mengejar pelaku.

Ia meminta agar handphone miliknya dikembalikan dan bertahan dengan memegang sepeda motor pelaku.

Ayah korban, Darfan (52) diketahui sedang pergi menjemputnya ke sekolah yang lokasinya tidak jauh dari rumah mereka.

Namun, saat ayahnya hendak menjemput anaknya telah pulang lebih awal dan berada di rumah sendirian.

Sang anak sedang berada dikamar mandi, saat ada yang mengetuk pintu ia keluar dikiranya sang ayah namun ternyata pencuri yang mengambil tas berisi dompet serta telepon seluler milik keluarganya.

Menurut sang ayah, pelaku sempat menoleh kebelakang namun tetap tidak dihiraukan hingga anaknya terseret.

“Saat itu pelaku sempat melihat ke belakang, lalu langsung tancap gas. Anak saya terseret di aspal sekitar 20 meter,” ujar Darfan saat ditemui, Minggu (11/1/2026).

Kronologi Kejadian di Medan Marelan

Sementara itu, Ibu korban, Susana mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 11.30 WIB di Jalan AMD, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Diketahui, saat kejadian korban tengah berada di dalam rumah dan secara tiba-tiba pencuri masuk kedalam rumah.

“Anak saya lagi di kamar mandi. Tiba-tiba pencuri masuk ke rumah dan mengambil handphone serta uang Rp 100 ribu,” kata Susana, Senin (12/1/2026).

Susana menyebut anaknya menyadari pencurian itu dan berusaha mengejar pelaku untuk meminta barangnya dikembalikan.

“Dikejar sama anak saya pelaku tadi. Dia minta handphone dan uangnya dikembalikan,” ujarnya.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil, pelaku tetap melarikan diri dengan sepeda motor meski korban berusaha bertahan hingga terseret.

“Pelaku tidak mau mengembalikan handphone-nya. Anak saya memegang sepeda motor pelaku, lalu pelaku kabur,” ucapnya.

Korban Alami Luka dan Trauma, Keluarga Lapor Polisi

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian kaki serta trauma psikologis.

Keluarga korban telah melaporkan insiden ini ke Polsek setempat dan berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku.

“Kami sudah menyampaikan kejadian ini ke pihak lingkungan. Untuk laporan ke polisi masih kami pertimbangkan, melihat kondisi anak,” kata Darfan.

Pihak keluarga juga mengimbau agar masyarakat lebih waspada, terutama terhadap keamanan anak-anak di lingkungan rumah, mengingat aksi pencurian dapat terjadi secara tiba-tiba dan membahayakan keselamatan korban.