sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

 HAIJAKARTA.ID – Viral dua maling di Medan minta keadilan gegara dianiaya korban usai tertangkap mencuri di toko ponsel tempat mereka bekerja. Video pengakuan keduanya beredar luas di media sosial dan memicu polemik soal tindakan main hakim sendiri.

Dua pria tersebut diketahui bernama Gleen Dito Oppusunggu dan Rizki Kristian Tarigan. Keduanya merupakan karyawan di sebuah toko ponsel di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut), Medan yang nekat melakukan pencurian.

Viral Dua Maling di Medan Minta Keadilan Gegara Dianiaya Korban

Kasus ini bermula saat aksi pencurian yang dilakukan Gleen dan Rizki terbongkar. Pemilik toko berinisial PP bersama beberapa rekannya kemudian mencari keberadaan kedua pelaku hingga ditemukan di sebuah kamar hotel di Kota Medan.

Saat hendak dibawa ke kantor polisi, diduga terjadi tindakan kekerasan terhadap keduanya. Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah video klarifikasi dari kedua pelaku viral di media sosial.

Dalam video itu, keduanya mengakui perbuatan pencurian yang dilakukan. Namun, mereka menilai kekerasan yang dialami tidak dapat dibenarkan meskipun mereka bersalah.

“Kami memang bersalah tapi dia bukan siapa-siapa, dia bukan pihak berwenang. Aparat harus mengusut tuntas kasus kami sebagai korban penganiayaan,” ujarnya dikutip Sabtu (7/2/2026).

Ia juga menyebutkan bentuk penganiayaan yang diterimanya oleh korban hingga dibawa ke kantor polisi.

“Kami dipukuli dan diseret dalam mobil. Sudah sampai mobil kami diikat dan disetrum. Kami diikat seperti binatang dibawa ke kantor polisi,” katanya lagi.

Pemilik Toko Jadi Tersangka, Warganet Bereaksi

Atas kejadian tersebut, pemilik toko ponsel berinisial PP kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan. Sementara itu, perkara pencurian yang melibatkan Gleen dan Rizki tetap diproses secara hukum.

Kasus ini menuai respons beragam dari warganet. Sebagian mengecam aksi kekerasan, namun tidak sedikit pula yang menilai tuntutan keadilan dari pelaku pencurian sebagai bentuk ironi.

“SEKARANG MALING PADA NGELUNJAK GARA GARA KASUS SLEMAN…. Kapolres sleman menginspirasi maling jambret,” tulis akun @resepaza***

“Ini namanya israhell versi kecil2an ya ges” Tulis @tajulm***

“kalo di arab ente dah dipotong tuh tangan” tulis @abdul***

Hingga kini, Polrestabes Medan masih menangani dua perkara tersebut secara bersamaan, yakni dugaan penganiayaan terhadap pelaku serta tindak pidana pencurian yang menjadi awal peristiwa.