Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Panitia pernikahan di Cilegon maki sopir ambulans menjadi sorotan publik setelah sebuah video cekcok antara sopir ambulans dan panitia pesta pernikahan tersebar luas di media sosial. Insiden ini terjadi ketika ambulans yang hendak menjemput pasien darurat terhalang mobil tamu undangan yang diparkir sembarangan.

Peristiwa tersebut terekam dalam video berdurasi 1 menit 58 detik dan diunggah di media sosial. Dalam rekaman itu, sopir ambulans tampak terlibat adu mulut dengan dua pria berbaju batik yang diduga merupakan panitia pesta pernikahan. Cekcok akhirnya dilerai oleh seorang petugas Linmas.

Kronologi Panitia Pernikahan di Cilegon Maki Supir Ambulans

Sopir ambulans bernama Tri Lukito menjelaskan kejadian itu berlangsung pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di Lingkungan Kubang Sepat, Citangkil, Kota Cilegon. Saat itu, ia menerima panggilan darurat untuk menjemput pasien dari wilayah Pegantungan menuju Puskesmas Jombang.

“Saat saya keluar gang, saya pun melihat ada mobil terparkir di depan ambulans. Kemudian saya langsung panasin mesin, karena ambulans bermesin diesel. Agar mesin tidak masuk angin,” ujar Tri, pada Kamis (5/2/2026).

Setelah mesin siap, Tri menyalakan sirene pendek sebagai tanda ambulans akan segera keluar dari garasi. Namun, tindakan tersebut justru mendapat teguran dari panitia parkir acara pernikahan yang berlangsung tidak jauh dari markas relawan.

“Tapi di situ saya ditegur panitia parkir, dia bilang enggak lihat ada event?,” ucap Tri menirukan perkataan pria berbaju batik tersebut.

Ia juga memberikan penjelasan tegas mengenai urgensi tugasnya, yaitu menjemput pasien.

“Lalu saya jawab, saya mau jemput pasien, lebih penting nyawa atau acara? Kalau enggak ada panggilan, ngapain juga saya keluar,” jawab Tri kepada warga berbaju batik tersebut.

Ucapan Kasar Picu Adu Mulut Sopir Ambulans dan Panitia

Meski pemilik mobil akhirnya dipanggil untuk memindahkan kendaraannya, ketegangan justru meningkat. Tri mengungkapkan bahwa adiknya mendengar ucapan kasar panitia kepada pemilik mobil yang menghalangi jalan ambulans.

“Panitia itu pun sempat berkata ke pemilik mobil. ‘Pindahin dulu mobilnya. Monyet itu mau keluar’,” kata Tri menirukan perkataan yang didengar adiknya.

Setelah mobil dipindahkan, panitia berbaju batik tersebut terus melontarkan kata-kata bernada tinggi dan kasar. Awalnya Tri memilih diam, namun karena merasa dihina, ia akhirnya turun dari ambulans untuk menanyakan alasan perlakuan tersebut.

“Kemudian perdebatan seperti di video pun terjadi, hingga akhirnya kami pun dilerai oleh warga lainnya,” ucap Tri.

Mengingat kondisi pasien yang harus segera ditangani, Tri memutuskan untuk tidak memperpanjang perdebatan dan langsung melanjutkan perjalanan menuju lokasi pasien.

Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih menghormati ambulans sebagai kendaraan prioritas di jalan.

“Karena ambulans adalah kendaraan yang diprioritaskan untuk menyelamatkan banyak orang,” tutupnya.

Reaksi Warganet

Aksi viral tersebut sontak menuai beberapa komentar geram dari warganet karena mengingat jika ambulans merupakan kendaraan prioritas.

“Bentar lagi klarifikasi minta maaf tuh paling, udah tau ambulans itu kendaraan prioritas, dasar baju batik gak punya otak,” tulis @agidy***

“Di ingat-ingat wajahnya… Di ingat2 letak rumah nya… kalo butuh ambulance skip aja,” tulis @Dauf***

“Prioritas utama adalah ambulance Bukan kaum2 mendang mending, dasar kau otak jambret,” tulis @ hanswild***