Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Seorang penumpang perempuan yang melakukan aksi kekerasan terhadap petugas keamanan KAI Commuter telah viral di media sosial pada Selasa, (7/4/2026) dan menuai beragam tanggapan dari warganet.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Stasiun Manggarai sekitar pukul 08.00 WIB saat kondisi peron tengah dipadati penumpang pada jam sibuk.

Dalam video viral  yang dilihat oleh haijakarta.id terlihat sebuah kereta rel listrik (KRL) dalam kondisi penuh sesak hendak menutup pintu secara otomatis untuk melanjutkan perjalanan.

Penumpang KRL Paksa Masuk Gerbong Penuh, Petugas Berusaha Cegah

Namun, seorang perempuan berkacamata yang mengenakan masker dan arloji hitam yang terlihat memaksakan diri untuk masuk ke dalam gerbong yang sudah padat.

Melihat peristiwa tersebut, petugas PAM KCI kemudian bergegas berupaya menvegah tindakan tersebut karena pintu gerbong KRL akan tertutup secara otomatis.

“Ibu turun, ibu turun,” kata petugas dengan suara keras sambil memegangi tangan danbahu perempuan tersebut.

“Jaga keamanan ibu, keamanan,” lanjutnya.

Seorang perempuan lain juga terlihat turut ikut membantu menahan perempuan tersebut agar tidak memaksakan diri masuk ke dalam KRL yang sudah penuh.

Tarik Topi Petugas

Diduga tidak terima dengan peringatan tersebut, perempuan itu kemudian memegang kepala petugas dan menarik topinya hingga terlepas.

Petugas tidak melakukan perlawanan dan langsung mengenakan kembali topinya. Namun, aksi tersebut memancing reaksi penumpang lain di lokasi.

Salah seorang penumpang perempuan menegur tindakan tersebut dan mengingatkan agar tidak bersikap egois serta tetap mematuhi aturan sebagai pengguna KRL.

Tanggapan KAI Commuter

Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, menyayangkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan pengguna menjadi prioritas utama.

“KAI Commuter sangat menyayangkan atas kejadian tersebut. Keselamatan dan kenyamanan seluruh pengguna jasa Commuter Line merupakan prioritas utama kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, insiden bermula saat petugas di peron 1–2 mendapati penumpang memaksakan masuk ke dalam Kereta Khusus Wanita (KKW) ketika pintu akan ditutup.

Tindakan tersebut menyebabkan pintu tidak dapat tertutup sempurna dan berpotensi mengganggu perjalanan.

“Dan bisa berdampak pada keterlambatan keberangkatan Commuter Line,” kata Leza.

Imbauan Tidak Memaksakan Diri

Petugas telah memberikan imbauan, namun penumpang tetap tidak mengindahkan dan terus memaksakan diri masuk. Untuk menjaga keselamatan, petugas akhirnya menarik penumpang keluar dengan bantuan pengguna lain.

“Untuk menjaga keselamatan dan kelancaran operasional perjalanan commuter line, petugas mengambil tindakan tegas, dengan menarik pengguna tersebut keluar dari kereta, dibantu oleh penumpang lainnya” kata Leza.

KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna agar tidak memaksakan diri naik ke dalam kereta saat kondisi sudah penuh.

Pada jam sibuk pukul 06.00–08.00 WIB di Stasiun Manggarai, terdapat lebih dari 70 perjalanan Commuter Line Bogor dan Cikarang dengan jeda waktu (headway) rata-rata 5–7 menit.

Dengan adanya jadwal tersebut, pengguna dapat menggunakan perjalanan selanjutnya jika kondisi KRL yang akan dinaiki sudah padat.

Selain itu, tersedia juga layanan KRL feeder relasi Manggarai–Angke/Kampung Bandan untuk memudahkan pengguna yang melakukan transit menuju Stasiun Sudirman, Tanah Abang, dan Duri atau sebaliknya.

“Tindakan yang tidak tertib tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat mengganggu perjalanan Commuter Line dan pengguna lainnya,” tegas Leza.

Reaksi Warganet

Kejadian ini juga menuai berbagai tanggapan dari warganet di media sosial.

“Kalo kereta masih yg zaman dulu, kemungkinan nih si ibu naek ke atas atap,” tulis akun @ria.reviya***

“Gerbong terHORROR sebuah KRL itu ujung depan dan ujung blakang” tulis @rdwn.riwaab***

“Terimakasih pak satpam,, kamu hebat, menjalankan tugas mu, untuk menyelamatkan semua” tulis @ndawulan***