Viral Pria Tarik Spion Mobil di Kembangan Jakarta Barat, hingga Lembar Spion ke Pengemudi!
HAIJAKARTA.ID – Viral pria tarik spion mobil di Kembangan Jakarta Barat menjadi sorotan setelah sebuah video yang diunggah akun media sosial memperlihatkan seorang laki-laki mencopot spion kendaraan hingga membenturkannya ke kaca mobil. Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa, (17/2/2026).
Peristiwa tersebut terekam jelas dalam video yang beredar luas di media sosial. Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab kejadian maupun keterangan resmi dari pihak terkait.
Dalam unggahan video itu terlihat seorang bapak-bapak mengenakan baju warna coklat, celana hitam dan memakai topi tiba-tiba menarik spion mobil. Terlihat dalam aksinya tersebut sempat ditahan oleh seorang ibu-ibu yang mengenakan hijab.
Tak hanya menarik spion, pria tersebut juga terlihat melempar spion mobil yang berhasil dicopotnya kearah pengemudi mobil. Situasi itu terjadi di tengah kondisi lalu lintas yang tampak padat.
Aksi Terekam Kamera
Aksi tersebut sontak langsung menjadi perhatian publik setelah videonya menyebar luas di media sosial.
Berdasarkan tayangan video, pria tersebut tampak mendekati sebuah mobil yang berada di jalur lalu lintas, lalu mencabut spion hingga terlepas dari dudukannya. Spion yang telah dilepas itu kemudian dibenturkan ke kaca kendaraan.
Situasi sempat memicu perhatian pengendara lain di sekitar lokasi. Namun, hingga kini belum ada informasi resmi terkait motif maupun pemicu tindakan tersebut.
Reaksi Warganet
Video tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet. Mayoritas komentar menyoroti soal pengendalian emosi di jalan raya dan potensi konsekuensi hukum atas tindakan perusakan.
“Marah boleh, tapi kalau udah pengrusakan ya siap siap ganti rugi” tulis akun @dmzgraph
Komentar tersebut menegaskan bahwa kemarahan tidak dapat menjadi pembenaran atas tindakan yang berujung pada kerusakan barang milik orang lain.
“Siapapun di jalan termasuk diri kita sendiri belajar sabar yuk dan saling mengalah dengan pengendara lain” tulis @fermymoey
Sebagian warganet juga mengingatkan pentingnya sikap saling menghargai dan menahan emosi saat berkendara di tengah kepadatan lalu lintas.
“Tantrum boleh..tapi ga ngerusakin barang orang juga..udah tuir tapi ga bisa jaga emosi..” tulis @aryocobain
Ada pula yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk luapan emosi yang tidak tepat dan berpotensi merugikan pihak lain.
“Banyak saat ini orang2 tidak bs mengendalikan emosi berujung masalah” tulis @moonlili_74
Komentar ini menyoroti fenomena rendahnya kontrol emosi yang kerap memicu konflik di ruang publik.
“Apapun masalah nya layak minta ganti rugi atau proses hukum..” tulis @heryansasa
Sejumlah warganet bahkan menyinggung kemungkinan tuntutan ganti rugi maupun proses hukum apabila tindakan tersebut terbukti sebagai bentuk perusakan.
