Wakil Ketua DPR Adies Kadir Dinonaktifkan Golkar usai Keliru Soal Tunjangan

HAIJAKARTA.ID – Wakil Ketua DPR Adies Kadir resmi dinonaktifkan oleh Partai Golkar.
Adies Kadir dinonaktifkan dari Fraksi Golkar DPR RI sebagai langkah pendisiplinan dan etika sebagai Anggota Dewan.
Diketahui Adies Kadir merupakan Wakil Ketua DPR RI periode 2024-2029 yang menuai kritik usai menjelaskan uraian kenaikan tunjangan anggota dewan.
“Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar resmi menonaktifkan saudara Adies Kadir sebagai Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, terhitung sejak Senin, 1 September 2025,” kata Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji dalam keteragan resmi.
Sarmuji mengatakan keputusan itu diambil setelah Partai Golkar mempertimbangkan eskalasi sosial yang meningkat beberapa hari terakhir.
Ia menegaskan aspirasi masyarakat menjadi pertimbangan utama Partai Golkar.
Menurutnya, seluruh kiprah perjuangan Partai Golkar merupakan kristalisasi semangat kerakyatan yang berdasar pada undang-undang.
4 Anggota DPR RI Dinonaktifkan
Selain Adies Kadir, ada juga empat anggota DPR RI yang resmi dinonaktifkan usai aksi demonstrasi besar-besaran yang semakin meluas di berbagai daerah di Indonesia.
Empat anggota DPR dinonaktifkan oleh partainya, yakni Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Patrio, hingga Uya Kuya.
Penonaktifan empat anggota DPR dari partai PAN dan NasDem setelah komentar-komentar mereka yang menuai kritikan pedas dari masyarakat soal tunjangan rumah yang dianggap nilainya fantastis.
Dua anggota DPR RI dari Partai NasDem dan dua lainnya dari PAN kini resmi dinonaktifkan oleh pimpinan partai politik (parpol) mereka.
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai anggota DPR yang berlaku terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025.
Hal serupa juga dilakukan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) yang menonaktifkan dua kadernya, yakni Uya Kuya dan Eko Patrio.
Penonaktifan Uya Kuya dan Eko Patrio berlaku efektif Senin, 1 September 2025.
Profil Adies Kadir
Profil Adies Kadir Wakil kepala wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) lahir di Balikpapan, 17 Oktober 1968.
A. Pendidikan
- SD Negeri Selat VII
- SMP Negeri 1
- SMA Negeri 3
- S1 Teknik Sipil – Universitas Wijaya Kusuma
- S1 dan S2 Hukum – Universitas Merdeka
- Doktor Ilmu Hukum – Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (2017)
B. Karier Sebelum Politik
Sebelum terjun ke dunia politik, Adies Kadir berkarier di sektor swasta. Ia pernah menjabat:
- Site Manager PT Lamicitra Nusantara Tbk (1992–1996)
- Project Manager PT Surya Inti Permata Tbk (1996–1999)
- Direktur Utama PT Adi Jayatek (1999–2005)
- General Manager PT Lamicitra Nusantara Tbk (2005–2007)
- Managing Partner SMP Law Office (2007–2009)
Perjalanan Politik Adies Kadir
Adies resmi masuk dunia politik pada 2009 saat menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Surabaya.
Ia kemudian melangkah ke tingkat nasional dengan menjadi anggota DPR RI periode 2014–2018.
Sebagai kader Golkar, Adies mewakili daerah pemilihan Jawa Timur I.
Karier politiknya terus menanjak, hingga dipercaya menjadi Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI tahun 2014.
Pada 2019, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Puncaknya, pada 2024 Adies Kadir dilantik menjadi Wakil Ketua DPR RI, posisi yang semakin mengukuhkan namanya di kancah politik nasional.