Wanita Asal Pemalang Laporkan Pencurian Uang dan Perhiasan di Rumahnya, Rp1,5 Miliar Raib
HAIJAKARTA.ID – Seorang warga melaporkan kehilangan uang hingga Rp1,5 miliar dan perhiasan seberat 107 gram. Peristiwa ini terjadi di Desa Pener, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan kronologi pasti kejadian tersebut.
Kronologi Wanita Asal Pemalang Laporkan Pencurian
Kasus wanita asal pemalang laporkan pencurian bermula saat korban diketahui kehilangan uang dan perhiasan dalam jumlah besar. Dugaan sementara, peristiwa tersebut terjadi menjelang Idul Fitri saat korban tengah melakukan kegiatan pembagian takjil.
Polisi pun langsung bergerak menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak.
Kasat Reskrim Polres Pemalang, Johan Widodo, menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini.
“Kami sedang melakukan pendalaman atas dugaan tindak pidana pencurian sejumlah uang dan perhiasan yang dilaporkan oleh korban,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Dalam kasus wanita asal pemalang laporkan pencurian, polisi menemukan dua lokasi yang diduga berkaitan dengan hilangnya barang milik korban.
Lokasi tersebut meliputi:
- Rumah korban di Desa Pener, Pemalang
- Sebuah kafe di wilayah Kabupaten Tegal
Kedua lokasi tersebut kini menjadi fokus penyelidikan guna mengungkap alur kejadian secara menyeluruh.
Ada Pengakuan Saksi, Tapi Hanya Rp4 Juta
Polisi mengungkap adanya pengakuan dari salah satu saksi dalam kasus wanita asal pemalang laporkan pencurian.
Namun, jumlah uang yang diakui diambil jauh dari nilai kerugian yang dilaporkan.
“Terdapat pengakuan dari salah satu saksi yang hanya mengambil uang Rp 4 juta, bukan di rumah pelapor,” kata Johan.
Sementara itu, saksi lain yang diduga terlibat dalam pencurian di rumah korban masih membantah keterlibatannya.
Selain memeriksa saksi, polisi juga menelusuri berbagai informasi yang beredar di media sosial terkait kasus wanita asal pemalang laporkan pencurian.
Salah satu isu yang berkembang adalah dugaan adanya pihak yang menggandakan kunci rumah korban. Namun hingga kini, belum ada bukti kuat yang mengarah ke hal tersebut.
Korban dalam kasus ini diketahui bernama Sri Mujiasih (40). Namun hingga saat ini, yang bersangkutan belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut oleh media.
Polisi masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus ini.

