Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Kasus dugaan wanita gantung diri di depan istana kembali menjadi sorotan publik setelah terungkap fakta baru terkait latar belakang korban.

Perempuan berinisial JSLP (20) yang diamankan aparat di kawasan Istana Merdeka ternyata memiliki riwayat sebagai korban pelecehan seksual dan diduga juga mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Peristiwa ini terjadi di depan gerbang Istana Merdeka, kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu (22/3/2026) malam.

Fakta Baru Wanita Gantung Diri di Depan Istana

Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia, mengungkapkan bahwa korban sebelumnya pernah melaporkan kasus pelecehan seksual yang dialaminya.

“Yang bersangkutan pernah membuat laporan ke unit PPA terkait dugaan pelecehan seksual. Namun perkara tersebut kemudian gugur karena sudah ada pertanggungjawaban dari pelaku, yaitu dinikahkan,” ujar Rita, Selasa (24/3/2026).

Menurutnya, pernikahan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara keluarga korban dan pelaku yang dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) di Tegal, Jawa Tengah.

“Sehingga laporan pelecehan seksual atas yang bersangkutan dinyatakan gugur secara hukum,” kata Rita.

Diduga Alami KDRT dan Tekanan Psikologis

Setelah menikah, JSLP diketahui tinggal bersama suaminya di Sulawesi Tengah.

Namun, ia kemudian kembali ke Jakarta setelah diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Pihak kepolisian menduga kondisi tersebut memicu tekanan psikologis yang cukup berat hingga menyebabkan korban mengalami depresi.

“Diduga saat berada di Sulawesi Tengah atau dalam rumah tangganya terjadi sesuatu, dan terdapat dugaan KDRT. Akhirnya yang bersangkutan kembali ke Jakarta,” jelas Rita.

Saat ini, suami korban diketahui masih berada di wilayah Kabupaten Buol, Toli-toli, Sulawesi Tengah. Polisi juga tengah berupaya melakukan komunikasi dengan pihak suami untuk mendalami kasus tersebut.

“Penanganan saat ini dilakukan dengan pendekatan komunikasi terlebih dahulu,” tambahnya.

Kronologi Wanita Gantung Diri di Depan Istana

Peristiwa dugaan wanita gantung diri di depan istana bermula ketika seorang anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang berjaga di pos pengamanan melihat seorang perempuan dengan gerak-gerik mencurigakan sekitar pukul 23.35 WIB.

Petugas kemudian mendekati perempuan tersebut dan mendapati tas sudah diletakkan di tanah serta sepatu yang telah dilepas.

“Ketika dihampiri, tas perempuan tersebut sudah berada di bawah dan alas kaki sudah dilepaskan. Selanjutnya petugas melapor ke komandan posko,” ujar Rita.

Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan tali tambang putih sepanjang sekitar dua meter yang diduga akan digunakan untuk melakukan aksi gantung diri.

Setelah laporan diteruskan, aparat gabungan dari Paspampres dan Brimob langsung bergerak mengamankan situasi.

Pada pukul 00.10 WIB, tenaga medis dari Bidokkes Polres Metro Jakarta Pusat tiba di lokasi untuk melakukan pendekatan.

Namun, korban sempat menjauh setiap kali hendak didekati oleh petugas.

“Namun yang bersangkutan terus menjauh saat akan dilakukan pendekatan. Akhirnya pada pukul 00.56 WIB, perempuan tersebut berhasil diamankan,” tutur Rita.

Selanjutnya, korban dibawa ke posko pengamanan sebelum akhirnya dipindahkan ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sekitar pukul 01.16 WIB.