Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Modus penggantian tanggal kadaluwarsa makanan dan minuman kaleng kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan dugaan praktik manipulasi tanggal pada minuman kaleng.

Dalam video tersebut, tampak seseorang menghapus tanggal kadaluwarsa lama di permukaan kaleng, lalu menggantinya dengan tanggal baru menggunakan alat menyerupai stempel.

Video tersebut memicu kekhawatiran konsumen karena produk kaleng umumnya dipercaya memiliki daya simpan lebih lama.

Namun, manipulasi tanggal kadaluarsa dapat membuat barang yang seharusnya sudah tidak layak edar kembali dijual ke pasaran, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan.

Pengalaman Keracunan

Seseorang telah memberikan pengalaman keracunan nya melalui kolom komentar.

“Udah ngalamin dan kami sekeluarga keracunan karena tanggal kadaluarsa yang disamarkan ini, baru sembuh beberapa hari ini, sangat merugikan dan gak bermoral yang bikin itu,” tulis @ntan_pra pada Kamis, (15/1/2026)

Adapun komentar lain yang memberikan masukan terkait tanggal kadaluarsa yang di labelkan.

“Kalo yg asli, tulisannya lebih tipis. Mendingan besok pakai angka timbul. Biar ga di curanin,” tulis @_ret**

Untuk menghimbau kejadian yang tidak diinginkan penting untuk mengetahui ciri-ciri makanan atau minuman kaleng yang terkena manipulasi tanggal kadaluarsa.

Ciri-ciri Tanggal Kadaluarsa Produk Kaleng yang telah Dimanipulasi

Berdasarkan pedoman keamanan pangan dan edukasi konsumen yang kerap disampaikan lembaga pengawasan seperti BPOM, masyarakat dapat menperhatikan beberapa tanda berikut untuk menghindari produk kaleng bermasalah, diantaranya:

1. Tulisan tanggal tidak rapih

Keterangan tanggal kadaluarsa pada produk akan tampak buram, tidak sejajar, berbeda warna, atau bahkan terlihat menumpuk dengan bekas tulisan sebelumnya.

2. Bekas gesekan pada area tanggal

Manipulasi tanggal kadaluarsa pada makanan atau minuman bisa dilihat pula dari permukaan kaleng disekitar tanggal tergores, memudar, atau bahkan seperti pernah dihapus sebelum dicetak ulang.

3. Hasil Cetak tidak menyatu dengan kemasan

Pada produk yang asli, tanggal kadaluarsa biasanya dicetak langsung oleh pabrik dengan teknologi tertentu, sehingga tampak menyatu dan sulit dihapus secara manual jika ditimpa dengan tanggal yang palsu.

4. Kondisi fisik kaleng/kemasan mencurigakan

Kondisi kemasan akan terlihat penyok, berkarat, menggembung, atau mengalami perubahan bentuk yang menandakan penurunan kualitas produk.

5. Aroma tidak normal saat dibuka

Produk yang sudah melewati tanggal kadaluarsa pastinya akan mengeluarkan bau yang menyengat atau tidak lazim untuk dikonsumsi meskipun tanggal yang tertera masih terlihat baru.

Imbauan untuk Konsumen Lebih Teliti dan Waspada

Dari  tersebut menjadi pengingat bahwa kehati-hatian saat berbelanja sangat diperlukan, terutama untuk produk makanan dan minuman kemasan.

Membeli barang di tempat terpercaya, memeriksa izin edar, serta memastikan kondisi kemasan tetap utuh menjadi langkah sederhana namun penting untuk melindungi diri dan keluarga. Adapun langkah antisipasi yang dapat dilakukan antaranya:

Langkah Antisipasi yang Dapat Dilakukan

1. Cek kemasan, pastikan kemasan dengan cetakan tanggal yang rapih, tidak terlalu tebal tidak terlihat seperti dihapus ataupun ditumpuk.

2. Gunakan Barcode, dengan ini dapat melakukan pengecekan informasi produk melalui pemindaian barcode resmi yang terhubung dengan aplikasi pengawasan seperti BPOM Mobile.

Cara tersebut bisa dilakukan dengan mengikuti langkah berikut:

  • Unduh aplikasi BPOM Mobile
  • Gunakan fitur “scan Produk” kemudian arahkan kamera kepada bacode produk (biasanya QR Code atau barcode 2D)
  • Cek informasi: Aplikasi akan menampilkan notifikasai jika produk terdaftar, lengkap dengan informasi nomor izin edar, produsen, serta tanggal kadaluarsa jika tersedia di database BPOM.

3. Waspada pada penjualan dengan harga murah, hindari pembelian produk dengan harga yang tidak masuk akal atau jauh dibawah harga pasar pada umumnya.