sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kemunculan kasus superflu yang belakangan menjadi perhatian publik.

Superflu merupakan salah satu bentuk influenza yang disebabkan oleh virus Influenza A subtipe H3N2.

Waspada Superflu H3N2

Virus ini dinilai lebih sulit dikenali karena mampu menembus kekebalan tubuh yang sebelumnya sudah terbentuk.

Peringatan tersebut disampaikan dr. Piprim dalam sebuah seminar media yang membahas perkembangan influenza di Indonesia.

Ia menegaskan, meski influenza bukan penyakit baru, kemunculan subtipe baru tetap harus disikapi dengan serius, terlebih di tengah musim hujan dan kondisi bencana alam yang masih terjadi di sejumlah daerah.

“Pada prinsipnya, setiap menghadapi penyakit menular, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kita sudah belajar banyak dari pandemi Covid-19, seperti kebiasaan mencuci tangan, memakai masker saat sakit, serta menghindari kerumunan,” ujar Piprim, Sabtu (3/1/2025), dikutip dari RRI.

Ia juga menyoroti kondisi bencana di beberapa wilayah, seperti Sumatera dan Kalimantan Selatan, yang berpotensi memperburuk situasi kesehatan masyarakat apabila dibarengi dengan penyebaran influenza.

Menurutnya, influenza tipe A sangat berisiko bagi anak-anak yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Anak dengan riwayat asma, penyakit paru kronis, penyakit jantung bawaan, hingga gangguan akibat gaya hidup seperti obesitas, diabetes, hipertensi, dan sindrom metabolik, lebih rentan mengalami gejala berat jika terinfeksi.

“Anak-anak dengan komorbid apabila tertular influenza A, apalagi tipe baru, tentu berisiko mengalami kondisi yang lebih serius dibandingkan anak tanpa komorbid,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, IDAI kembali menekankan pentingnya imunisasi influenza, khususnya bagi anak usia enam bulan ke atas.

Sementara untuk bayi di bawah enam bulan, perlindungan dapat diberikan melalui imunisasi influenza pada ibu hamil.

“Imunisasi pada ibu hamil sangat penting, terutama untuk melindungi bayi-bayi muda dan bayi prematur. Selain itu, imunisasi serentak pada orang dewasa di sekitar anak juga dapat memberikan perlindungan tambahan,” tambahnya.

Selain imunisasi, dr. Piprim juga mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang serta pencegahan komorbiditas pada anak, agar risiko gejala berat dapat ditekan jika terinfeksi influenza.

Ia menegaskan, berdasarkan data yang tersedia, imunisasi influenza terbukti tetap bermanfaat, terutama dalam mencegah kasus-kasus fatal akibat infeksi influenza, termasuk subtipe H3N2 yang saat ini menjadi perhatian.

Di akhir keterangannya, Piprim berharap informasi ini dapat disebarluaskan secara luas agar kesadaran masyarakat meningkat dan risiko dampak serius dari superflu dapat dicegah.

“Kami mohon bantuan rekan-rekan media untuk mendiseminasikan informasi ini. Tujuannya agar masyarakat dapat terhindar dari dampak serius influenza tipe baru ini,”