WFH ASN DKI Bakal Diterapkan, Pramono Tegaskan Bukan Hari Rabu Ini Alasannya
HAIJAKARTA.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta siap mengikuti kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang tengah dikaji Pemerintah Pusat. Namun, ia memastikan pelaksanaannya tidak akan dilakukan pada hari Rabu.
“Secara prinsip seperti yang saya katakan, Pemerintah DKI Jakarta akan mengikuti apa yang menjadi arahan dan juga peraturan (terkait WFH) yang akan dikeluarkan secara resmi dari Pemerintah pusat,” kata Pramono pada Senin, (30/3/2026).
Pramono Tegaskan Bukan Hari Rabu
Pramono mengatakan jika pemberlakuan WFH dipastikan bukan pada hari Rabu, seperti yang sudah diusulkan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Mengenai hari, tentunya tidak hari Rabu,” katanya.
Ia menjelaskan, hari Rabu tidak dipilih sebagai hari penerapan WFH karena bertepatan dengan kebijakan wajib menggunakan transportasi umum di Jakarta.
“Kenapa tidak hari Rabu? Karena Rabu itu adalah hari transportasi umum. Sehingga dengan demikian, saya kalau nanti sudah diputuskan oleh Pemerintah Pusat akan memutuskan di luar hari Rabu,” jelasnya.
Dengan demikian, jika kebijakan WFH resmi diberlakukan, Pemprov DKI akan menyesuaikan jadwal di hari lain selain Rabu.
WFH Dikaji untuk Tekan Konsumsi BBM
Sebagai informasi, pemerintah Pusat saat ini tengah mengkaji penerapan WFH satu hari dalam sepekan sebagai bagian dari langkah efisiensi energi di tengah ketegangan global akibat konflik di Timur Tengah.
Kebijakan ini disebut telah mendapat persetujuan dari para menteri di Kabinet Merah Putih dan kini menunggu arahan serta penetapan daru Presiden Prabowo Subianto.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kapasitas mengenai waktu pelaksanaan kebijakan tersebut.
“Bulan ini tinggal beberapa hari lagi kan, ya jadi masih ada waktu (mengumumkan),” pungkasnya.
