10 Dampak Negatif Konsumsi Ikan Sapu-Sapu, Risiko Infeksi Parasit pada Tubuh
HAIJAKARTA.ID – Dampak buruk mengkonsumsi ikan sapu-sapu belakangan kian banyak dicari usai beredarnya video ikan sapu-sapu yang banyak ditemukan di Jakarta dan sekitarnya.
Fenomena ini mencuat seiring meningkatnya penangkapan ikan tersebut di perairan perkotaan.
Sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan ikan ini sebagai alternatif sumber pangan.
Namun di balik itu, muncul kekhawatiran terkait dampaknya bagi kesehatan.
10 Dampak Negatif Konsumsi Ikan Sapu-Sapu pada Tubuh
Berikut ini 10 dampak negatif konsumsi ikan sapu-sapu pada tubuh yang perlu diketahui masyarakat.
1. Terpapar Logam Berat Berbahaya
Ikan sapu-sapu hidup di dasar sungai yang sering menjadi tempat endapan limbah. Kondisi ini membuatnya rentan mengandung logam berat seperti merkuri, kadmium, dan timbal.
Paparan zat ini dapat memicu kerusakan organ, gangguan saraf, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis.
2. Mengandung Limbah Kimia dan Pestisida
Selain logam berat, ikan sapu-sapu berpotensi menyerap limbah industri dan pestisida dari aliran sungai.
Jika dikonsumsi terus-menerus, zat kimia ini bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
3. Risiko Infeksi Parasit
Ikan sapu-sapu dapat membawa parasit seperti cacing yang berbahaya bagi manusia.
Jika tidak dimasak dengan benar, parasit ini dapat menyebabkan infeksi usus dan gangguan pencernaan.
4. Memicu Reaksi Alergi
Sebagian orang dapat mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi ikan sapu-sapu.
Gejala bisa berupa gatal, ruam, hingga gangguan pernapasan pada kondisi tertentu.
5. Gangguan Fungsi Hati
Kandungan racun dan logam berat dapat membebani kerja hati.
Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan hati.
6. Kerusakan Ginjal
Logam berat seperti kadmium diketahui berdampak pada fungsi ginjal.
Konsumsi ikan yang terkontaminasi dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.
7. Gangguan Sistem Saraf
Merkuri yang terkandung dalam ikan sapu-sapu dapat memengaruhi sistem saraf.
Efeknya bisa berupa gangguan konsentrasi, tremor, hingga penurunan fungsi kognitif.
8. Risiko Keracunan
Akumulasi zat berbahaya dalam tubuh dapat memicu keracunan.
Gejala keracunan bisa meliputi mual, muntah, pusing, hingga kondisi yang lebih serius.
9. Menurunkan Daya Tahan Tubuh
Paparan bahan kimia dan logam berat dapat melemahkan sistem imun.
Akibatnya, tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
10. Potensi Dampak Jangka Panjang
Konsumsi ikan sapu-sapu dalam jangka panjang berisiko meningkatkan kemungkinan penyakit kronis.
Hal ini termasuk gangguan organ, kanker, hingga masalah kesehatan serius lainnya.
