sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelontorkan anggaran sebesar Rp 192 miliar untuk memperbaiki 106 titik jalan kabupaten yang tersebar di 23 kecamatan.

Proyek ini mencakup rekontruksi, pelebaran, hingga pemeliharaan jalan guna meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bisa Kontruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln mengatakan pengerjaan fisik ditargetkan mulai awal Juni 2026.

“Pengerjaan sudah bisa dimulai awal bulan depan,” kata Henri pada Rabu, (6/5/2026).

Henri mengakui terdapat keterlambatan dalam proses lelang proyek akibat penyesuaian regulasi. Jika pada tahun sebelumnya kontrak kerja sudah diterima rekanan pada Februari, maka pada 2026 hingga awal Mei masih dalam tahap persiapan.

Pihaknya menargetkan proses lelang dapat dilakukan pada akhir Mei melalui sistem katalog elektronik maupun Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sehingga awal Juni pekerjaan sudah bisa dilaksanakan.

Anggaran Turun, Target Ikut Menyusut

Henri menjelaskan, anggaran infrastruktur jalan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp297 miliar. Penurunan ini dipengaruhi sejumlah kendala teknis dan regulasi.

Kewajiban penggunaan e-Katalog versi 6 dengan skema mini kompetisi serta perubahan aturan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) membuat perencanaan harus direvisi ulang.

Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut berdampak pada biaya konstruksi. Harga material seperti aspal, beton, dan lapisan pondasi agregat (LPA) ikut meningkat.

“Target panjang jalan otomatis terkoreksi. Dari rencana satu kilometer, sekarang berpotensi hanya terealisasi sekitar 800 meter,” ujarnya.

30 Persen Jalan Masih Rusak

Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi, Dede Chairul, menambahkan total panjang jalan kabupaten di Bekasi mencapai sekitar 1.077 kilometer yang terbagi dalam 281 ruas.

Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen jalan dalam kondisi baik, sementara 30 persen atau sekitar 300 kilometer masih mengalami kerusakan.

Dengan kemampuan penanganan rata-rata 50 kilometer per tahun, pemerintah daerah diperkirakan membutuhkan waktu hingga enam tahun untuk menuntaskan perbaikan jalan rusak, belum termasuk potensi kerusakan baru.

Prioritas Wilayah Utara

Pembangunan tahun ini diprioritaskan di wilayah utara, khususnya Kecamatan Babelan dan Tarumajaya yang memiliki tingkat kerusakan tinggi.

Sejumlah ruas yang ditangani antara lain Jalan Baru Tanggul Bahagia, Lingkar Babelan, serta ruas Bojong Karatan–Marunda hingga batas Kota Bojong Karatan–Buni Bakti.

Sementara itu, pembangunan di wilayah selatan difokuskan pada koridor Bojongmangu hingga Sukamukti yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor.

Pemerintah Kabupaten Bekasi juga membuka akses partisipasi publik melalui platform digital untuk pelaporan jalan rusak.

“Seluruh wilayah kecamatan tetap mendapatkan intervensi, tapi prioritas kami berbasis skala tingkat kerusakan,” kata Dede.