5 Fakta Mobil Tertemper Kereta Usai Tabrak Lari di Tambora, Dua Orang Tewas
HAIJAKARTA.ID – Kejadian tragis menimpa sebuah mobil tertemper kereta usai tabrak lari di Tambora dan menggegerkan warga.
Pelarian pengemudi yang panik berakhir tragis setelah kendaraannya tersambar kereta api di kawasan Mangga Dua.
Insiden bermula dari kecelakaan tabrak lari di Jalan Tanah Sereal IV, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (2/1/2026) dini hari.
Pengemudi mobil langsung kabur sebelum akhirnya tertemper kereta api sekitar 15 menit kemudian.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani memastikan kedua kejadian tersebut saling berkaitan.
“Kejadian ini saling berkaitan satu sama lain. Awalnya tabrak lari di daerah Tambora. Kemudian pelaku kabur ke arah Mangga Dua dan akhirnya tertabrak kereta api yang melintas,” ujar Ojo, Jumat.
5 Fakta Mobil Tertemper Kereta Usai Tabrak Lari di Tambora
Berikut fakta terbaru tentang mobil tertemper kereta usai tabrak lari di Tambora:
1. Pelarian Berakhir di Mangga Dua
Mobil yang terlibat tabrak lari di Tambora akhirnya tertemper kereta api di dekat Mangga Dua Square, Jakarta Utara, sekitar pukul 02.35 WIB.
Insiden ini terjadi hanya berselang sekitar 15 menit dari kecelakaan pertama.
2. Pengemudi Panik Usai Menabrak Lima Orang
Ojo menjelaskan pengemudi bernama Jerry Christian mengendarai mobil Mazda bernopol B-1794-JVH.
Ia panik setelah menabrak tiga sepeda motor dan seorang pejalan kaki.
“Kemudian yang bersangkutan melarikan diri, lalu dikejar oleh pengguna jalan yang lain,” kata Ojo.
3. Nekat Melawan Arus hingga Tersambar Kereta
Dalam pelariannya, Jerry melawan arus di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara.
Saat melintasi rel, mobil tersebut tersenggol Kereta Api Lokomotif 2510 yang sedang melintas.
“Dia melawan arus, lintas rel KA dan tersenggol kereta, saat itulah kena oleh massa,” jelas Ojo.
4. Dua Orang Tewas
Akibat rangkaian tabrak lari di Tambora, dua remaja bernama Satrio (16) dan Valentino (19) meninggal dunia.
Sementara tiga korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat.
5. Polisi Lakukan Tes Urine
Hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab awal kecelakaan.
Ada dugaan peristiwa diawali keributan atau tawuran.
“Motif masih didalami apakah ada indikasi obat-obatan yang mungkin dikonsumsi atau hal lain,” ujar Ojo.
Polisi juga melakukan tes urine terhadap pengemudi
“Nanti akan dikabari lebih lanjut,” tambahnya.
Meski mobilnya tertemper kereta api, pengemudi dilaporkan selamat.
Ia langsung diamankan warga sebelum diserahkan kepada polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
