Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIAKARTA.ID- Rahasia membuat sate kambing empuk, juicy, dan minim bau saat Iduladha, cek tipsnya!

Hari Raya Iduladha identik dengan aneka olahan daging kambing dan sapi. Salah satu menu favorit masyarakat Indonesia adalah sate kambing.

Namun, banyak orang masih kesulitan mengolah daging kambing agar tetap empuk, juicy, dan tidak berbau prengus.

Pelaku usaha kuliner sate legendaris di Jakarta membagikan sejumlah tips sederhana yang bisa diterapkan di rumah agar hasil sate kambing lebih lezat dan menggugah selera.

Teknik ini disebut sudah digunakan sejak puluhan tahun lalu untuk menjaga kualitas rasa sate yang dijual kepada pelanggan.

1. Pilih Kambing yang Tepat

Pemilihan jenis kambing menjadi langkah awal yang sangat menentukan kualitas sate. Pengelola warung sate legendaris di kawasan Jatinegara menyebut kambing betina yang cukup umur cenderung memiliki aroma prengus lebih ringan dibanding kambing jantan.

Hal ini disebabkan adanya senyawa alami pada kambing jantan yang menghasilkan bau khas lebih kuat.

Selain memilih jenis kambing, bagian lemak berlebih dan serat tertentu juga perlu dibersihkan agar aroma daging lebih netral saat dibakar.

2. Gunakan Nanas untuk Mengempukkan Daging

Banyak orang memanfaatkan nanas sebagai bahan alami untuk melunakkan daging kambing yang keras.

Kandungan enzim bromelain pada nanas dipercaya mampu membantu memecah serat daging sehingga teksturnya menjadi lebih empuk.

Meski begitu, proses marinasi tidak boleh terlalu lama. Daging cukup direndam sekitar 15 hingga 20 menit agar teksturnya tidak terlalu lembek atau mudah hancur saat dibakar.

Selain nanas, sebagian masyarakat juga menggunakan daun pepaya sebagai alternatif pengempuk alami karena mengandung enzim papain yang bekerja hampir serupa.

3. Rahasia Bumbu Celup Kental

Cita rasa sate kambing tidak hanya bergantung pada kualitas daging, tetapi juga bumbu yang digunakan.

Salah satu trik yang diterapkan penjual sate tradisional adalah memakai bumbu celup berbahan dasar gula Jawa dan campuran rempah-rempah pilihan.

Bumbu dimasak dalam waktu lama hingga teksturnya mengental. Teknik ini membuat rasa rempah lebih meresap sekaligus menghasilkan warna sate yang lebih menggoda ketika dibakar di atas arang panas.

Aroma manis gurih dari gula Jawa juga membantu menyeimbangkan aroma khas kambing sehingga sate terasa lebih nikmat saat disantap.

4. Teknik Celup Dua Kali Bikin Bumbu Lebih Meresap

Teknik membakar sate ternyata juga berpengaruh besar terhadap rasa akhir. Penjual sate berpengalaman biasanya membakar sate terlebih dahulu tanpa bumbu hingga setengah matang.

Setelah itu, sate dicelupkan ke bumbu lalu dibakar kembali. Proses tersebut diulang sebanyak dua kali agar lapisan bumbu menempel sempurna pada permukaan daging.

Cara ini menciptakan efek karamelisasi yang membuat sate memiliki cita rasa khas, lebih gurih, dan tampilan yang menggoda.

5. Gunakan Api Arang yang Besar dan Stabil

Kunci terakhir terletak pada proses pembakaran. Api arang yang panas dan stabil dinilai mampu mengunci sari daging sehingga tekstur sate tetap juicy meski matang sempurna.

Pembakaran dengan suhu tinggi juga membantu permukaan sate cepat karamellisasi tanpa membuat bagian dalam menjadi kering.

Umumnya, sate kambing hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit untuk matang sempurna.

Penggunaan arang alami masih menjadi pilihan banyak pedagang sate karena menghasilkan aroma asap khas yang sulit didapat dari pemanggang modern.

6. Pelengkap yang Membuat Sate Makin Nikmat

Sate kambing biasanya disajikan bersama kecap manis, irisan bawang merah, tomat, cabai rawit, serta taburan merica. Kombinasi pelengkap tersebut membuat rasa sate semakin kaya dan menggugah selera.

Tak heran jika sate kambing tetap menjadi salah satu menu favorit masyarakat Indonesia setiap momen Iduladha maupun acara keluarga.

Selain lezat, sate kambing juga menjadi simbol kebersamaan karena sering disantap bersama keluarga dan kerabat setelah pembagian daging kurban.