Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Penemuan ratusan senjata, amunisi, komponen senjata, narkotika hingga VCD porno di sebuah sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, tengah menjadi perhatian.

Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan asal-usul, kepemilikan, serta legalitas seluruh barang yang ditemukan.

Sebanyak 995 unit senjata dan berbagai perlengkapan terkait senjata ditemukan dalam penggeledahan di lingkungan sekolah.

Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah komponen senjata, peralatan yang diduga dapat digunakan untuk membuat peluru, serta barang lain yang kini diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Tidak hanya itu, polisi turut menemukan barang yang diduga merupakan narkotika jenis sabu dan ganja, serta sekitar 25 keping VCD bermuatan pornografi.

Barang-barang tersebut ditemukan di ruangan yang sebelumnya digunakan oleh mantan ketua yayasan sekolah.

Penemuan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai alasan penyimpanan ratusan senjata di lingkungan sekolah.

Diklaim untuk kegiatan olahraga menembak

Kuasa hukum mantan ketua yayasan sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, memberikan penjelasan berbeda mengenai keberadaan ratusan senjata tersebut.

Menurut Alhadid, sebagian besar senjata yang ditemukan merupakan airsoft gun yang telah disimpan sejak sekitar 2020.

Ia menyebut perlengkapan tersebut awalnya dipersiapkan untuk menunjang rencana kegiatan ekstrakurikuler menembak dan panahan.

Alhadid juga menyatakan bahwa airsoft gun tersebut bukan sengaja disimpan untuk kegiatan ilegal. Menurut keterangannya, barang-barang tersebut merupakan perlengkapan olahraga dan telah memiliki perizinan.

Ia menyebut rencana kegiatan ekstrakurikuler tersebut sebelumnya telah diketahui oleh pihak terkait.

Namun, berdasarkan penjelasan yang beredar, kegiatan tersebut pada akhirnya tidak berjalan sehingga perlengkapan yang telah disiapkan tetap tersimpan.

Alhadid juga membantah anggapan bahwa lokasi tersebut merupakan bunker senjata ilegal.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan penjelasan mengenai status dan legalitas barang yang ditemukan kepada penyidik.

Pihak yayasan bantah pernah ada ekskul menembak

Di sisi lain, pihak yayasan justru membantah adanya kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.

Perbedaan keterangan ini menjadi salah satu hal yang perlu didalami aparat. Polisi masih harus memastikan apakah ratusan airsoft gun tersebut memang berkaitan dengan kegiatan olahraga, siapa pemilik sahnya, serta apakah seluruh dokumen perizinannya masih berlaku dan sesuai dengan ketentuan.

Selain persoalan kepemilikan senjata, keberadaan narkotika dan barang lainnya juga menjadi bagian dari penyelidikan.

Polisi perlu memastikan siapa yang menguasai barang-barang tersebut dan bagaimana benda-benda tersebut bisa berada di lingkungan sekolah.

Polisi masih dalami seluruh barang bukti

Hingga saat ini, Polres Metro Jakarta Selatan masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap temuan tersebut.

Penyidik juga masih memeriksa legalitas ratusan senjata serta menelusuri kepemilikan masing-masing barang bukti.

Polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Karena proses penyelidikan masih berjalan, status seluruh barang yang ditemukan belum dapat disimpulkan sebagai barang ilegal sebelum hasil pemeriksaan dan verifikasi kepolisian selesai.

Kasus ini menjadi perhatian karena jumlah barang yang ditemukan tergolong sangat besar dan lokasi penyimpanannya berada di lingkungan sekolah.

Publik kini menunggu hasil penyelidikan polisi mengenai asal-usul 995 senjata tersebut, legalitasnya, serta keterkaitannya dengan pihak-pihak yang pernah menggunakan ruangan tempat barang-barang itu ditemukan.