sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Bagaimana cara membayar hutang puasa karena haid? Pertanyaan ini kerap muncul setiap menjelang dan setelah bulan Ramadan, terutama di kalangan muslimah.

Pasalnya, haid merupakan kondisi alami yang membuat perempuan tidak diperbolehkan berpuasa, meskipun puasa Ramadan bersifat wajib.

Dalam Islam, perempuan yang sedang mengalami haid memang mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa.

Namun, keringanan tersebut tidak menghapus kewajiban untuk mengganti puasa yang ditinggalkan. Lantas, bagaimana ketentuan penggantiannya menurut syariat?

Puasa Wajib dan Golongan yang Mendapat Keringanan

Puasa Ramadan diwajibkan bagi setiap muslim yang baligh, berakal, dan mampu menjalankannya.

Meski demikian, syariat Islam memberikan rukhsah (keringanan) bagi beberapa golongan, di antaranya orang sakit, lansia, musafir, ibu hamil atau menyusui, serta perempuan yang sedang haid atau nifas.

Perempuan yang haid diharamkan berpuasa, baik puasa wajib maupun sunnah. Jika tetap berpuasa dalam kondisi haid, maka puasanya dinilai tidak sah.

Namun, puasa yang ditinggalkan selama haid tetap menjadi tanggungan yang harus diganti di kemudian hari.

Apakah Hutang Puasa karena Haid Wajib Dibayar?

Mayoritas ulama sepakat bahwa hutang puasa akibat haid wajib diganti (qadha) sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan.

Kesepakatan ini didasarkan pada hadis sahih dari Aisyah RA yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Aisyah RA berkata bahwa para perempuan di masa Rasulullah SAW yang mengalami haid diperintahkan untuk mengganti puasa, tetapi tidak diperintahkan mengganti salat.

Hadis ini menjadi dasar utama bahwa qadha puasa merupakan kewajiban bagi perempuan haid setelah ia kembali suci.

Bagaimana Jika Haid Berlangsung Lama?

Durasi haid setiap perempuan berbeda-beda. Dalam fikih, haid yang masih berada dalam rentang maksimal 15 hari tetap dihukumi sebagai haid, sehingga perempuan tersebut belum boleh berpuasa dan wajib mengganti puasa di luar Ramadan.

Namun, jika darah keluar melebihi batas tersebut, maka ia dikategorikan sebagai darah istihadhah. Dalam kondisi ini, perempuan wajib bersuci dan kembali menjalankan kewajiban ibadah, termasuk puasa dan salat.

Jika mengalami kondisi tidak normal, disarankan pula untuk memeriksakan diri ke tenaga medis.

Bagaimana Cara Membayar Hutang Puasa Karena Haid?

Menjawab pertanyaan bagaimana cara membayar hutang puasa karena haid, para ulama menegaskan bahwa cara satu-satunya adalah dengan puasa qadha, bukan dengan membayar fidyah.

Perempuan yang meninggalkan puasa karena haid dianggap masih mampu menggantinya di lain waktu, sehingga tidak dikenai kewajiban fidyah.

Fidyah hanya berlaku bagi mereka yang benar-benar tidak mampu berpuasa secara permanen atau dalam kondisi tertentu, seperti lansia renta atau sebagian kasus ibu hamil dan menyusui.

Adapun tata cara puasa qadha sama seperti puasa Ramadan, yaitu:

  • Berniat di malam hari
  • Melaksanakan sahur
  • Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam
  • Berbuka puasa saat waktu maghrib

Puasa qadha boleh dilakukan secara berturut-turut atau terpisah, meskipun sebagian ulama menganjurkan untuk menyegerakannya agar tidak menunda kewajiban.

Bacaan Niat Qadha Puasa karena Haid

Niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa. Berikut bacaan niat yang umum digunakan:

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi Ramadhāna lillāhi ta‘ālā

Artinya:

“Aku berniat berpuasa untuk mengganti puasa Ramadan esok hari karena Allah Ta’ala.”

Sementara itu, doa berbuka puasa qadha sama dengan doa berbuka puasa pada umumnya.

Perbedaan Ganti Puasa karena Haid dan Hamil

Perlu dipahami bahwa ketentuan pengganti puasa antara perempuan haid dan perempuan hamil tidak selalu sama.

Berdasarkan penjelasan sejumlah ulama dan tafsir Al-Qur’an, perempuan haid wajib mengganti puasa dengan qadha, sedangkan perempuan hamil atau menyusui dalam kondisi berat dapat mengganti puasa dengan fidyah sesuai ketentuan.

Penjelasan ini merujuk pada QS. Al-Baqarah ayat 184 serta pendapat sahabat Nabi seperti Ibnu Abbas RA, yang menjadi rujukan dalam fikih Islam.

Jadi, jawaban atas pertanyaan bagaimana cara membayar hutang puasa karena haid adalah dengan mengqadha puasa sesuai jumlah hari yang ditinggalkan, tanpa kewajiban membayar fidyah.

Qadha dilakukan di luar bulan Ramadan setelah perempuan kembali suci.

Menyegerakan qadha puasa dianjurkan agar kewajiban tidak tertunda dan ibadah dapat dilaksanakan dengan lebih tenang dan sempurna.