sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Aturan buka puasa di transportasi umum Jakarta 2026 resmi diberlakukan oleh para pengelola moda transportasi massal selama Ramadhan.

Kebijakan ini mengatur batas waktu serta jenis makanan dan minuman yang diperbolehkan dikonsumsi di dalam armada Transjakarta, KRL Commuter Line, MRT, hingga LRT demi menjaga kenyamanan dan kebersihan fasilitas publik.

Pengaturan tersebut diterapkan berbeda pada setiap operator. Perbedaan mencakup durasi maksimal berbuka puasa di dalam kendaraan serta ketentuan teknis terkait jenis konsumsi yang diizinkan.

Rincian Batas Waktu dan Ketentuan Konsumsi

Selama Ramadhan 2026, penumpang diperbolehkan membatalkan puasa di dalam armada dengan aturan sebagai berikut:

1. Transjakarta

Memberikan waktu maksimal 10 menit sejak azan Maghrib. Penumpang hanya diperkenankan mengonsumsi air, kurma, atau makanan ringan. Takjil juga tersedia di area ritel halte.

2. KRL Commuter Line

Mengizinkan aktivitas berbuka hingga 60 menit sejak azan Maghrib. Konsumsi dibatasi pada air mineral serta makanan ringan seperti roti atau kurma. Makanan berat dan minuman berwarna tidak diperbolehkan.

3. MRT Jakarta

Menetapkan durasi 10 menit setelah azan Maghrib. Penumpang hanya dapat mengonsumsi air mineral dan kurma, sementara nasi serta makanan berat lainnya dilarang.

4. LRT Jakarta & Jabodebek

Memperbolehkan makan dan minum hingga pukul 19.00 WIB. Jenis makanan yang diizinkan adalah makanan ringan yang tidak beraroma menyengat. Penumpang wajib membawa sampah sendiri atau membuangnya di stasiun.

Secara umum, seluruh operator melarang penggunaan botol atau wadah yang berisiko tumpah serta makanan dengan bau tajam yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang lain.

KAI Commuter juga menegaskan bahwa minuman seperti kopi, sirup, atau cairan berwarna lainnya tetap tidak diperbolehkan di dalam gerbong.

Utamakan Adab dan Kebersihan di Ruang Publik

Kebijakan ini diterapkan sejalan dengan anjuran dalam syariat Islam untuk menyegerakan berbuka puasa, namun tetap memperhatikan etika di ruang publik. Operator transportasi mengingatkan agar penumpang menjaga ketertiban selama berada di dalam armada.

Selain mematuhi batas waktu yang ditetapkan, pengguna layanan juga diminta memastikan tidak meninggalkan sampah di dalam kendaraan. Langkah tersebut penting guna menjaga kebersihan fasilitas transportasi Jakarta di tengah tingginya mobilitas masyarakat selama bulan Ramadhan.

Tips Bagi Penumpang Transportasi Umum saat Ramadhan

Berikut beberapa tips bagi penumpang transportasi umum saat Ramadhan agar tetap nyaman, tertib, dan tidak melanggar aturan saat berbuka puasa di perjalanan:

1. Siapkan Takjil Praktis dari Rumah

Pilih makanan sederhana seperti kurma dan air mineral kemasan kecil agar mudah dikonsumsi sesuai durasi yang dibolehkan. Hindari makanan berat karena sebagian besar moda hanya memperbolehkan camilan ringan.

2. Perhatikan Batas Waktu Berbuka

Setiap operator memiliki durasi berbeda. Pastikan Anda mengetahui aturan moda yang digunakan agar tidak melewati waktu yang diizinkan untuk makan dan minum di dalam armada.

3. Hindari Makanan Beraroma Tajam

Makanan dengan bau menyengat dapat mengganggu penumpang lain. Pilih menu yang netral dan tidak meninggalkan aroma kuat di dalam gerbong atau bus.

4. Gunakan Kemasan Aman dan Tidak Mudah Tumpah

Pastikan botol tertutup rapat dan wadah makanan tidak mudah bocor. Ini penting untuk mencegah tumpahan yang bisa mengotori kursi atau lantai kendaraan.

5. Simpan Sampah Hingga Menemukan Tempat Sampah

Bawa kantong kecil untuk menyimpan sisa makanan sementara. Buang sampah di stasiun atau halte sesuai ketentuan agar fasilitas publik tetap bersih.

6. Datang Lebih Awal Jika Ingin Berbuka dengan Tenang

Jika memungkinkan, atur jadwal perjalanan agar tidak berada di kondisi terlalu padat saat waktu Maghrib tiba. Ini membantu Anda berbuka dengan lebih nyaman tanpa mengganggu mobilitas penumpang lain.

7. Tetap Jaga Etika dan Ketertiban

Meskipun diperbolehkan berbuka di dalam armada dalam waktu tertentu, tetap utamakan sopan santun, tidak berdesakan, dan menghormati penumpang lain yang mungkin tidak sedang berpuasa.