Polisi Selidiki DNA WNA Ukraina Hilang dengan Jasad di Pantai Ketewel, Enam WNA Jadi Tersangka
HAIJAKARTA.ID – Kasus hilangnya warga negara Ukraina berinisial IK (28) di Bali memasuki babak baru.
Polisi selidiki DNA WNA Ukraina yang dilaporkan hilang diduga diculik, dengan potongan tubuh manusia yang ditemukan di kawasan Pantai Ketewel, Kabupaten Gianyar.
Langkah identifikasi dilakukan oleh Polda Bali dengan mencocokkan sampel DNA keluarga korban dengan potongan tubuh yang ditemukan di delapan titik di sekitar muara sungai dan pesisir Pantai Ketewel.
Sampel DNA WNA Ukraina Sudah Diambil
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, menjelaskan bahwa proses identifikasi tengah berlangsung.
Ia menyampaikan bahwa sampel DNA telah diambil dan akan diperiksa oleh tim DVI Biddokes Polda Bali bersama Bidlabfor Polda Bali.
Nantinya, sampel tersebut akan dicocokkan dengan DNA keluarga yang melaporkan kehilangan.
Upaya polisi selidiki DNA WNA Ukraina ini dilakukan guna memastikan identitas korban secara ilmiah.
Dari temuan di lapangan, polisi mendapati potongan tubuh berupa kepala, bagian dada kanan dan kiri, lengan, paha, telapak kaki kanan, hingga organ dalam.
Ariasandy mengatakan bahwa jika melihat kondisi temuan, terdapat kemungkinan korban mengalami mutilasi karena potongan tubuh terlihat tidak rapi.
Meski demikian, kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi dari tim forensik.
Ia juga menyebut kondisi potongan tubuh sudah mengalami pembusukan dan diperkirakan telah lebih dari dua hingga tiga hari sejak kematian.
Selain polisi selidiki DNA WNA Ukraina, aparat juga mendalami apakah potongan tubuh dibuang di lokasi lain lalu terbawa arus sungai, atau dibuang langsung di sekitar tempat penemuan.
Awal Mula WNA Ukraina Hilang
Kasus ini bermula dari laporan orang hilang yang diterima pada 15 Februari 2026 sekitar pukul 23.30 WITA di Polsek Kuta Selatan. Korban dilaporkan diduga menjadi korban penculikan.
Dalam pengembangan kasus, tim penyidik Polda Bali bersama Polresta Denpasar mendeteksi kendaraan mencurigakan berupa satu mobil Avanza dan dua sepeda motor.
Ariasandy menjelaskan bahwa berdasarkan penelusuran penyidik, kendaraan tersebut diketahui disewa oleh seorang WNA berinisial C.
Ia menyampaikan bahwa pada awal penelusuran, kendaraan itu teridentifikasi disewa oleh WNA berinisial C.
C diduga menyewa kendaraan menggunakan paspor palsu atas perintah pihak lain.
Yang bersangkutan sempat bergerak ke wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan berhasil diamankan pada Senin (23/2).
Berdasarkan penelusuran CCTV dan GPS kendaraan, mobil tersebut sempat berhenti di sebuah vila di wilayah Tabanan.
Polisi mencurigai lokasi itu sebagai tempat korban merekam video siaran langsung yang sempat viral di media sosial.
Ariasandy menyampaikan bahwa dari hasil penelusuran CCTV dan GPS, kendaraan tersebut terdeteksi berhenti di salah satu vila di Tabanan.
Setelah dicek, vila itu diduga menjadi lokasi korban menyiarkan video secara langsung, dan lokasinya dinilai mirip dengan yang terlihat dalam video viral.
Di vila tersebut, polisi menemukan jejak darah.
Temuan serupa juga ditemukan di dalam mobil Avanza yang disewa.
Dari hasil pengembangan, polisi mengidentifikasi enam WNA yang diduga terlibat atau mengetahui peristiwa penculikan tersebut. Mereka berinisial RM, BK, AS, VN, SM, dan DH.
Ariasandy menegaskan bahwa keenam WNA tersebut telah dinaikkan statusnya sebagai tersangka.
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi untuk menerbitkan daftar pencarian orang serta red notice melalui Interpol guna melacak keberadaan para tersangka.
Langkah polisi selidiki DNA WNA Ukraina kini menjadi kunci utama untuk memastikan identitas korban sekaligus memperkuat pembuktian dalam kasus yang menyita perhatian publik ini.
Penyelidikan masih terus berlangsung dan pihak kepolisian berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah proses identifikasi serta investigasi lebih lengkap.

