Pembunuh Mantan Istri di Serpong Ditembak Polisi Saat Ditangkap, Motif Diduga Sakit Hati
HAIJAKARTA.ID – Pembunuh mantan istri di Serpong berinisial TH (41) berhasil ditangkap aparat kepolisian.
Dalam proses penangkapan, pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tindakan tegas terukur karena melawan petugas.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, dan kini masih dalam penanganan intensif pihak kepolisian.
Pembunuh Mantan Istri di Serpong Dilumpuhkan
Pelaku dalam kasus pembunuh mantan istri di Serpong ditangkap di Jalan Jombang Raya, Pondok Aren, pada Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 17.50 WIB.
“Saat ditangkap, pelaku diberikan tindakan tegas terukur, karena berusaha menyerang petugas dan membahayakan nyawa masyarakat,” ujar Kompol Dimitri Mahendra.
Menurut polisi, tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya mengamankan situasi dan mencegah potensi bahaya lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga nekat melakukan pembunuhan karena dilatarbelakangi rasa sakit hati terhadap korban.
Namun, polisi menegaskan bahwa motif pasti dalam kasus pembunuh mantan istri di Serpong masih dalam pendalaman.
“Pelaku sakit hati terhadap korban, tapi masih dilakukan pemeriksaan intensif terkait motif tindak pidana tersebut,” kata Dimitri.
Korban Tinggal Bersama Dua Anak
Korban diketahui tinggal di sebuah rumah kontrakan bersama dua anaknya selama kurang lebih satu tahun.
Ketua RT setempat, Satibi, mengungkapkan bahwa korban hidup bersama anak-anaknya di lingkungan tersebut.
“Kalau di sini cuma sama anaknya dua. Dia ngontrak di sini sudah sekitar setahun,” ujar Satibi.
Sebelum pelaku tertangkap, warga sempat mencurigai mantan suami korban sebagai pelaku dalam kasus pembunuh mantan istri di Serpong.
“Emang ada sih laporan yang masuk ke saya kalau mantan suaminya yang bunuh korban,” kata Satibi.
Namun, ia menegaskan bahwa informasi tersebut saat itu masih bersifat dugaan dan menunggu hasil penyelidikan polisi.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui keluarga korban setelah salah satu anaknya menghubungi kerabat.
“Anaknya yang kedua ini telepon keluarganya yang di Paku Jaya, habis itu pada ke sini,” ujar Satibi.

