Viral Warga Cilacap Tewas Diserang Tawon Vespa Saat Bersihkan Tandon Air, Netizen: Turut Berdukacita
HAIJAKARTA.ID – Seorang warga Cilacap telah kehilangan nyawanya usai diserang tawon vespa bertubi-tubi saat hendak membersihkan tandon air di atap rumahnya pada Jumat, (27/2/2026), peristiwa yang menimpa pria bernama Slamet Arifianto (53) tersebut mengundang perhatian luas masyarakat hingga di media sosial.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa tengah. Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial terlihat korban tampak diserang kawanan tawon vespa yang diduga bersarang di sekitar tandon air.
Viral Warga Cilacap Tewas Diserang Tawon Vespa Saat Bersihkan Tandon Air
Tanpa menyadari keberadaan sarang tawon tersebut, Slamet awalnya melakukan aktivitas pembersihan seperti biasa. Namun secara tiba-tiba, tawon keluar dan langsung menyerang sehingga membuat korban mengalami luka-luka. Sengatan di sekujur tubuh membuat korban kesakitan dan melemah.
Warga sekitar yang melihat kejaidan tersebut berupaya memberikan pertolongan dengan menyemprotkan cairan pembasmi serangga ke arah tubuh dan kepala korban untuk mengusir tawon.
Namun, upaya yang dilakukan tersebut tidak berhasil memberhentikan serangan dari tawon hingga korban semakin lemas akibat banyaknya sengatan dari tawon vespa tersebut.
Setelah berhasil dievakuasi dari atap rumah, korban segera dibawa ke rumah sakit. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong. Kepala Desa Mujur Lor, Sadimun, membenarkan kejadian tersebut.
“Korban mau membersihkan tandon air, tidak tahu ada sarang tawon. Korban sempat dibawa ke rumah sakit,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka dan dimakamkan di pemakaman umum desa setempat setelah menjalani pemeriksaan medis di RSUD Banyumas.
Reaksi Warganet
Video insiden tersebut memicu berbagai komentar warganet. Sebagian mempertanyakan mengapa korban tidak segera turun saat diserang.
“Knp engg turun trus kabur daripada nahan” tulis akun @ardydanwiryaw***
Komentar lain menyoroti tindakan penyemprotan cairan pembasmi serangga ke tubuh korban.
“Kayaknya meninggal bukan karena sengatan tawon…tapi over dosis obat yang di semprotkan ke seluruh bagian tubuh.& Pasti juga terhirup itu… ” tulis @endtheszerr***
Ada pula yang menyayangkan korban terlalu lama berada di atas atap saat situasi berbahaya terjadi.
“Turun dulu pak… turun dulu…. setengah jam ngapain diatas” tulis @itami.no.kag***
Di sisi lain, sejumlah warganet menyampaikan doa dan belasungkawa atas kejadian tersebut.
“Khusnul khotimah pak turut berdukacita” tulis @gus_plump***

