sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – KAI Daop 1 jakarta tambah 30 petugas pemeriksa jalan rel jelang Posko Angkutan Lebaran 2026 guna memperkuat pengawasan prasarana seiring lonjakan volume perjalanan kereta api. Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasional tetap aman dan lancar selama periode angkutan Lebaran.

Manager Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibiwi mengatakan penambahan personel difokuskan pada peningkatan intensitas patroli serta percepatan respons apabila ditemukan potensi gangguan di lintas rel.

“Penambahan iini bertujuan meningkatkan intensitas patroli dan mempercepat penanganan apabila ditemukan potensi gangguan prasarana,” kata Franoto dilansir dari Antara Rabu, (4/3/2026).

Total 126 Petugas Awasi Hampir 896 Kilometer Rel

Saat ini, KAI Daop 1 Jakarta memiliki 96 petugas pemeriksa jalan rel reguler yang bertanggung jawab memantau prasarana sepanjang 895.667,5 meter spoor. Dengan tambahan 30 personel, total petugas yang dikerahkan menjadi 126 orang.

Penguatan ini dinilai penting mengingat peningkatan frekuensi dan jumlah perjalanan kereta selama musim mudik Lebaran. Setiap petugas bertugas memastikan kondisi rel, bantalan, hingga komponen pendukung lainnya dalam keadaan aman sebelum dan selama operasional berlangsung.

Pemeriksaan Rutin Dilakukan Hingga Dini Hari

Franoto menjelaskan, pemeriksaan jalur dilakukan menggunakan dua metode yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan.

Melalui metode tersebut berbagai potensi gangguan seperti penambat yang longgar, rel yang retak, kondisi bantalan, ketebalan bahu balas, hingga fungsi wesel dapat diidentifikasi lebih awal sebelum memengaruhi operasional perjalanan kereta.

Petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh komponen jalur, mulai dari rel, sambungan rel, penambat, bantalan, ballast (balas), hingga bagian wesel.

“Setiap temuan dicatat dan segera ditindaklanjuti melalui mekanisme perawatan untuk mencegah terjadinya gangguan perjalanan,”

Franoto menjelaskan, di wilayah Daop 1 Jakarta, pemeriksaan diprioritaskan pada jalur-jalur strategis dengan frekuensi perjalanan tinggi, seperti Jakarta Kota–Cikampek, Manggarai–Cikampek, Tanah Abang–Merak, Duri–Basuta, Duri–Tangerang, Jakarta Kota–Tanjung Priok, serta lintas Loop Line.

Rute-rute tersebut melayani kereta api jarak jauh dan komuter dengan tingkat kepadatan yang tinggi, sehingga pengawasan terhadap prasarana dilakukan secara intensif dan berkesinambungan.

Ia juga mengatakan, proses pengecekan dilakukan secara berkala dan menyeluruh, termasuk pada waktu dengan risiko operasional rendah.

“Pemeriksaan jalur dilakukan secara rutin dan menyeluruh, bahkan pada jam-jam dengan risiko operasional yang rendah seperti tengah malam hingga dini hari, agar proses pengecekan dapat berlangsung optimal tanpa mengganggu perjalanan kereta,” ujar Franoto.

Ia menambahkan, pola pemeriksaan yang adaptif terhadap tingkat kepadatan perjalanan merupakan bagian dari manajemen risiko perusahaan. Strategi ini dirancang untuk menutup celah potensi gangguan keselamatan jalur, terutama saat trafik kereta meningkat signifikan selama masa angkutan Lebaran.