sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan agar tidak ada pemaksaan permintaan tunjangan hari raya (THR) kepada pelaku usaha menjelang Idulfitri 2026. Pesan tersebut terutama ditujukan kepada organisasi masyarakat (ormas).

“Mudah-mudahan, tidak ada pemaksaan dari ormas (organisasi masyarakat) atau siapa pun untuk minta THR,” kata Pramono, dikutip dari Antara pada Rabu, (11/3/2026).

Pramono mengatakan Jakarta selama ini dikenal memiliki iklim usaha yang kondusif. Karena itu, ia berharap hubungan antara pengusaha dan masyarakat dapat tetap berjalan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

Pramono Ingatkan Ormas Tak Paksa Minta THR, Pengusaha Diminta Bijak Menyikapi

Pramono juga menyarankan para pengusaha untuk menyikapi permintaan THR dari pihak secara bijak. Menurutnya, menjaga situasi yang kondusif merupakan hal penting agar aktivitas ekonomi di Ibu Kota tetap berjalan lancar.

“Bagi pengusaha, kalau boleh saya sarankan, karena Jakarta ini, terutama kita, menjaga kehidupan yang sudah berjalan dengan baik,” kata Pramono.

Selain itu, Pramono mmengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga tengah menyiapkan sejumlah kegiatan untuk menyambut idulfitri agar suasana tetap aman dan nyaman bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Salah satu kegiatan yang akan digelar adalah Hijab Fashion Show di kawasan Tanah Abang pada 12 Maret 2026. Pemprov DKI juga akan mengadakan Festival Bedug yang dilanjutkan dengan pawai obor pada Kamis malam, 19 Maret 2026.

Selain rangkaian acara tersebut, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai promo menarik selama Ramadhan hingga Lebaran, seperti transportasi umum gratis serta diskon di pusat perbelanjaan agar masyarakat dapat menikmati libur Lebaran di Jakarta.