Modus Syekh Ahmad Al Misry Lakukan Pelecehan Seksual Sejumlah Santri, Diduga Janjikan Pergi ke Luar Negeri
HAIJAKARTA.ID – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santri di sebuah rumah tahfidz tengah menjadi perhatian publik.
Dugaan tindakan asusila yang menyeret nama ustaz berinisial SAM ini memunculkan berbagai spekulasi, termasuk soal modus Syekh Ahmad Al Misry lakukan pelecehan seksual sejumlah santri yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Informasi yang beredar menyebutkan, dugaan perbuatan tidak pantas tersebut terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama dan diduga memanfaatkan posisi pelaku sebagai pengajar di lingkungan pendidikan agama.
Sejumlah laporan menyebutkan para korban merupakan santri yang masih di bawah umur dan berada dalam posisi rentan.
Para korban juga disebut mengalami pelecehan sesama jenis yang dilakukan secara berulang.
Modus Syekh Ahmad Al Misry Lakukan Pelecehan Seksual Sejumlah Santri
Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga menggunakan berbagai cara untuk memengaruhi para korban. Salah satu modus yang mencuat adalah dengan menjanjikan kesempatan mendapatkan beasiswa pendidikan ke luar negeri.
Janji tersebut diduga digunakan untuk membangun kepercayaan para santri sekaligus mempermudah pendekatan terhadap mereka.
Dengan posisinya sebagai guru di rumah tahfidz, pelaku disebut memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap para santri. Kondisi tersebut diduga membuat korban sulit menolak ataupun melaporkan tindakan yang dialami.
Isu mengenai modus Syekh Ahmad Al Misry lakukan pelecehan seksual sejumlah santri pun mulai menjadi perbincangan luas di media sosial, meskipun hingga kini aparat penegak hukum masih mendalami fakta-fakta yang ada.
Dugaan Terjadi Sejak 2017
Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan pelecehan seksual itu disebut telah berlangsung sejak sekitar tahun 2017.
Selama periode tersebut, pelaku diduga menjalankan pola yang sama terhadap sejumlah santri di tempatnya mengajar.
Hingga saat ini, setidaknya lima orang korban telah melaporkan dugaan pelecehan tersebut kepada pihak berwajib.
Laporan tersebut disampaikan ke Bareskrim Polri untuk ditindaklanjuti secara hukum.
Pihak kepolisian diharapkan dapat mengusut kasus ini secara menyeluruh agar memberikan keadilan bagi para korban serta memastikan fakta sebenarnya di balik isu modus Syekh Ahmad Al Misry lakukan pelecehan seksual sejumlah santri yang kini ramai dibicarakan.
Nama Syekh Ahmad Al Misry Mendadak Viral
Di tengah berkembangnya rumor, nama Syekh Ahmad Al Misry ikut dikaitkan oleh sebagian warganet sebagai sosok yang dimaksud dengan inisial SAM.
Menanggapi rumor tersebut, Syekh Ahmad Al Misry memberikan reaksi melalui unggahan di media sosial yang bernada sindiran terhadap penyebaran fitnah.
Ia menyinggung perilaku sebagian orang yang tetap menyebarkan kabar tanpa bukti meski sedang menjalankan ibadah puasa.
“Dibilang lagi puasa, tapi pada makan bangkai saudaranya,” tulisnya dalam unggahan pada 16 Maret 2026.
Kalimat tersebut dinilai sebagai respons atas rumor yang menyeret namanya dalam kasus dugaan pelecehan terhadap lima santri laki-laki.
Sebagai informasi, laporan terkait dugaan pelecehan seksual tersebut diajukan oleh Beny Jehadu ke Bareskrim Polri sejak November lalu. Hingga kini kasus tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan.
Seiring mencuatnya pengakuan mengenai dugaan tindakan asusila yang dilakukan seorang ustaz yang disebut pernah menjadi juri dalam program televisi hafalan Al-Qur’an, sejumlah nama tokoh agama lain sempat ikut terseret dalam perbincangan publik.
Salah satunya adalah ustaz Solmed. Namun ia secara tegas membantah keterkaitannya dengan inisial yang dimaksud oleh warganet.

