sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Kasus undangan open house lebaran di kemayoran menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial dan diduga merupakan penipuan.

Undangan tersebut menyebar luas pada Senin (23/3/2026) dan memicu kehebohan di kalangan warganet.

Awalnya, seorang pengguna media sosial melalui platform Threads mengunggah ajakan open house Lebaran yang terbuka untuk umum.

Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa siapa saja yang tidak mudik dipersilakan datang untuk menikmati hidangan khas Lebaran.

Kronologi Undangan Open House Lebaran di Kemayoran Diduga Hoaks

Dalam narasi yang beredar terkait undangan open house lebaran di kemayoran, pengunggah mencantumkan waktu acara mulai pukul 09.00 WIB hingga 23.59 WIB.

Lokasi yang disebutkan berada di Apartemen Mediterania Palace Residence, Kemayoran, Jakarta Pusat, tepatnya di Tower C.

Pengunggah juga memberikan instruksi kepada calon tamu agar menghubungi pihak keamanan setibanya di lokasi.

“Ketika sampai di lobby, sampaikan kepada petugas keamanan untuk menghubungi unit atas nama Arsyad Albanjari, sampai jumpa,” demikian isi unggahan tersebut.

Ajakan tersebut pun menuai perhatian karena menawarkan berbagai hidangan Lebaran seperti opor ayam, ketupat, dan rendang secara gratis.

Warganet Datangi Lokasi

Viralnya undangan open house lebaran di kemayoran membuat sejumlah warganet mendatangi lokasi yang dimaksud.

Salah satu pengguna Threads mengaku sempat datang ke lobby Tower C Apartemen Mediterania Palace. Ia melihat beberapa orang sudah menunggu, bahkan ada yang datang bersama keluarga.

Namun, ia menyadari bahwa undangan tersebut tidak benar.

Ia menyebut ajakan tersebut sebagai open house palsu dan datang ke lokasi untuk memastikan kebenarannya.

“Undangan itu ternyata tidak benar, saya datang untuk memastikan sekaligus mengonfirmasi bahwa itu merupakan open house bodong,” demikian pernyataannya.

Menanggapi viralnya undangan open house lebaran di kemayoran, pihak kepolisian langsung melakukan pengecekan ke lokasi.

Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Ardiansyah menyatakan bahwa hasil penelusuran menunjukkan informasi tersebut tidak benar.

“Setelah dilakukan pengecekan di lokasi dan berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat, informasi tersebut dipastikan hoaks,” ujar Agung.

Dari hasil pemeriksaan, nama yang dicantumkan dalam undangan juga tidak terdaftar sebagai penghuni apartemen tersebut.

Hal ini semakin menguatkan bahwa undangan tersebut merupakan informasi palsu yang menyesatkan.

Desakan Tindak Tegas Penyebar Hoaks

Kasus undangan open house lebaran di kemayoran juga mendapat sorotan dari warganet yang meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku penyebar hoaks.

Seorang pengguna media sosial menilai bahwa undangan palsu tersebut berpotensi merugikan masyarakat, terutama bagi mereka yang benar-benar datang ke lokasi.

Ia juga meminta agar kasus ini diproses sebagai pelanggaran hukum yang serius.

Menurutnya, penyebaran informasi palsu seperti ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.