sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Pemerintah pusat tengah mewacanakan penerapan work from home (WFH) selama satu hari dalam sepekan guna menekankan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pihaknya akan mengikuti sepenuhnya kebijakan yang diputuskan pemerintah pusat.

“Jadi Pemerintah DKI Jakarta akan mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat. Apa un yang diputuskan itu akan kami jalankan. Tetapi karena belum diputuskan, kami belum mengambil sikap untuk itu,” ucap Pramono pada Rabu, (25/3/2026).

Pramono Ikuti Keputusan Pemerintah Pusat

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penghematan energi di tengah dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato menjelaskan pemerintah membuka opsi fleksibilitas kerja dengan skema WFH satu hari dalam lima hari kerja.

“Dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi waktu kerja, di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home satu hari dalam 5 hari kerja,” katanya.

Airlangga menyebutkan kebijakan ini akan mulai diterapkan setelah Hari Raya Idulfitri 2026. Namun, waktu pasti pelaksanaannya masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut oleh pemerintah.

“Pasca Lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya,” kata Airlangga.

Saat ini, pemerintah masih menyusun konsep serta teknis pelaksanaan sebelum kebijakan tersebut diumumkan secara resmi ke publik.

Potensi Hemat BBM Hingga 20 Persen

WFH direncanakan tidak hanya berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga diharapkan dapat diadopsi oleh sektor swasta serta pemerintah daerah.

“Nah itu teknisnya sedang akan disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN tetapi juga swasta dan juga Pemda-Pemda,” jelas Airlangga.

Pemerintah menilai kebijakan ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap penghematan energi. Dengan berkurangnya mobilitas harian masyarakat, konsumsi BBM diperkirakan bisa ditekan hingga sekitar seperlima dari penggunaan normal.

“Karena itu ada penghematan dari segi apa, penggunaan mobilitas dari bensin, penghematannya cukup signifikan seperlima,” ujarnya.

Meski demikian, implementasi WFH ini tetap akan disesuaikan dengan perkembangan situasi global, khususnya kondisi geopolitik dan fluktuasi harga minyak dunia.