sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Harga plastik naik dampak konflik global, pemerintah pastikan harga beras nasional tetap stabil.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada rencana maupun indikasi kenaikan harga beras di dalam negeri.

Ia menyebut stok beras nasional dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Beras aman, tidak ada kenaikan apa pun,” ujarnya saat memberikan keterangan di Kantor Kemenko Pangan, Selasa (7/4/2026).

Saat ini, pemerintah masih mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, yakni Rp13.500 per kilogram untuk beras medium dan Rp14.900 per kilogram untuk beras premium.

Dampak Konflik Global Mulai Terasa di Sektor Pangan

Meski harga beras stabil, pemerintah mengakui adanya dampak tidak langsung dari konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terhadap sektor pangan nasional.

Salah satu dampak paling terasa adalah lonjakan harga bahan baku plastik. Indonesia diketahui masih bergantung pada impor naphta bahan dasar plastik yang sebagian besar berasal dari kawasan Timur Tengah.

Kondisi ini menyebabkan terganggunya pasokan bahan plastik di dalam negeri. Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari daerah, salah satunya Kalimantan Barat, terkait kelangkaan karung plastik yang digunakan untuk menyimpan hasil panen padi.

Akibatnya, proses pembelian gabah dari petani sempat terhambat.

“Karungnya tidak tersedia karena berbahan plastik, sementara harga plastik naik tajam dan pasokannya terganggu,” jelasnya.

Distribusi Terganggu, Waktu Pengiriman Melonjak

Selain persoalan bahan baku, situasi geopolitik juga berdampak pada sistem logistik. Jalur distribusi internasional mengalami hambatan sehingga waktu pengiriman barang menjadi lebih lama.

Jika sebelumnya proses pengiriman hanya membutuhkan sekitar 30 hari, kini bisa mencapai hingga 60 hari.

Hal ini turut meningkatkan biaya distribusi dan menambah tekanan pada pelaku usaha.

Pemerintah Klaim Indonesia Lebih Siap Hadapi Krisis

Di tengah ketidakpastian global, pemerintah menilai Indonesia berada dalam posisi yang relatif lebih siap dibandingkan negara lain.

Hal ini tidak terlepas dari berbagai langkah antisipatif yang telah dilakukan sebelumnya.

Salah satu strategi utama adalah percepatan program swasembada pangan dan energi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan ini dinilai mampu menjaga ketahanan nasional, khususnya dalam menghadapi gejolak global.

“Walaupun ada dinamika internasional dan konflik geopolitik, kebutuhan pangan masyarakat tetap aman. Stok beras kita melimpah karena langkah antisipasi yang sudah dilakukan,” tambahnya.

Kenaikan harga plastik akibat konflik global memang mulai berdampak pada sektor pendukung pangan, seperti distribusi dan pengemasan.

Namun demikian, pemerintah memastikan bahwa kondisi tersebut belum memengaruhi harga beras di tingkat konsumen.

Dengan stok yang masih melimpah serta kebijakan strategis yang terus diperkuat, stabilitas pangan nasional diharapkan tetap terjaga di tengah tekanan global yang terus berkembang.