sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Bagaimana cara menurunkan desil agar berpeluang mendapatkan bansos?  Pemerintah terus berupaya memastikan bantuan sosial (bansos) tersalurkan tepat sasaran melalui sistem pendataan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu indikator penting yang digunakan adalah desil, yaitu pembagian kelompok ekonomi masyarakat menjadi 10 tingkatan, mulai dari paling rentan hingga paling sejahtera.

Dalam sistem ini, masyarakat yang berada pada desil 1 hingga 4 dikategorikan sebagai kelompok kurang mampu dan menjadi prioritas utama penerima bansos.

Sementara itu, semakin tinggi angka desil, menunjukkan kondisi ekonomi yang semakin baik. Namun, kondisi ekonomi seseorang atau keluarga bisa berubah sewaktu-waktu.

Tidak sedikit masyarakat yang sebelumnya tergolong mampu, kini mengalami penurunan ekonomi, tetapi datanya belum diperbarui dalam sistem pemerintah.

Hal inilah yang membuat sebagian warga belum mendapatkan bantuan yang seharusnya.

Pentingnya Pembaruan Data Desil

Perlu diketahui, data kesejahteraan masyarakat dihimpun dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola pemerintah dan diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Data ini menjadi acuan utama dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial. Jika kondisi ekonomi berubah, masyarakat sebenarnya dapat mengajukan pembaruan data atau penurunan desil.

Tujuannya agar status kesejahteraan yang tercatat sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Namun, proses ini tidak instan.

Pemerintah menerapkan tahapan ketat mulai dari pengajuan, verifikasi, hingga validasi agar bantuan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.

Cara Menurunkan Desil untuk Mendapatkan Bansos

Berdasarkan informasi resmi dari Pusdatin Kesos, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan masyarakat:

  • Datangi kantor desa atau kelurahan setempat, atau langsung ke dinas sosial
  • Ajukan permohonan pembaruan data DTSEN sesuai kondisi ekonomi terbaru
  • Ikuti proses survei lapangan, dan berikan jawaban secara jujur
  • Hasil survei akan dibahas dalam musyawarah desa/kelurahan
  • Data kemudian dikirim ke BPS untuk dilakukan pemeringkatan ulang desil

Kejujuran dalam proses ini menjadi kunci utama. Data yang tidak sesuai bisa menyebabkan bantuan salah sasaran atau bahkan ditolak.

Cara Cek Status Desil Secara Mandiri

Selain melakukan pembaruan, masyarakat juga bisa mengecek posisi desil secara mandiri melalui aplikasi resmi dari Kementerian Sosial.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Unduh aplikasi Cek Bansos di ponsel
  • Login atau buat akun baru dengan mengisi data seperti:
  • NIK
  • Nomor Kartu Keluarga
  • Nama lengkap sesuai KTP
  • Email dan nomor HP
  • Unggah foto KTP dan swafoto (selfie)
  • Setelah akun aktif, masuk ke menu Profil
  • Lihat informasi peringkat kesejahteraan (desil) yang tertera

Melalui fitur ini, masyarakat juga dapat melihat data keluarga yang tercatat dalam sistem DTSEN.

Pemerintah menegaskan bahwa pembaruan data sangat penting agar bantuan sosial dapat disalurkan secara adil dan tepat sasaran.

Sistem DTSEN dirancang untuk menangkap kondisi nyata masyarakat, namun tetap membutuhkan partisipasi aktif warga dalam memperbarui data.

Dengan mengikuti prosedur yang benar dan memberikan informasi yang jujur, peluang masyarakat yang benar-benar membutuhkan untuk mendapatkan bantuan akan semakin besar.

Perubahan kondisi ekonomi harus segera dilaporkan agar data desil tetap akurat. Proses penurunan desil memang memerlukan waktu karena harus melalui verifikasi berlapis, namun hal ini penting untuk menjaga keadilan distribusi bansos di Indonesia.

Bagi masyarakat yang merasa layak menerima bantuan namun belum terdaftar, segera lakukan pembaruan data melalui jalur resmi agar hak tersebut bisa diperoleh.