Kades Banjarnegara Diteror Bom Molotov, Mobil Dibakar OTK
HAIJAKARTA.ID – Rumah Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara menjadi sasaran serangan orang tak dikenal (OTK).
Korban diketahui bernama Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf. Insiden kades banjarnegara diteror bom molotov terjadi pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 04.10 WIB.
Kades Banjarnegara Diteror Bom Molotov
Dalam peristiwa kades banjarnegara diteror bom molotov, satu unit mobil Honda Civic Turbo milik korban dibakar oleh pelaku yang terekam CCTV.
Pelaku diduga melempar bahan bakar menyerupai bom molotov sebelum melarikan diri menggunakan sepeda listrik.
Api dengan cepat membesar hingga menghanguskan kendaraan dan merusak bagian garasi rumah.
Hoho bersama istrinya sempat berusaha memadamkan api sebelum warga sekitar datang membantu.
Akibat insiden kades banjarnegara diteror bom molotov, mobil yang dibeli pada 2020 dengan harga sekitar Rp400 juta mengalami kerusakan berat.
“Untuk perbaikannya saya belum bisa memastikan, karena kondisi kendaraan sudah terbakar seperti itu. Bagian dalamnya juga ikut hangus,” ujar Hoho, Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan bahwa kerusakan tidak hanya pada bagian luar.
“Kalau hanya dicat mungkin bisa terlihat normal lagi, tapi bagian interior harus diganti semua. Kondisinya sudah seperti rongsokan,” jelasnya.
Diduga Bukan Kejahatan Biasa
Hoho menilai kasus kades banjarnegara diteror bom molotov bukanlah tindakan kriminal biasa, melainkan ancaman serius terhadap keselamatan dirinya dan keluarga.
“Saya menilai tindakan ini sudah sangat frontal dan termasuk kejahatan serius. Bahkan saya menganggapnya seperti upaya pembunuhan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti lokasi kejadian yang berada di garasi rumah.
“Ini terjadi di rumah saya. Memang mobil yang jadi sasaran, tapi apa tujuan sebenarnya? Dalam hitungan detik api bisa membesar dan merambat ke seluruh rumah,” ungkapnya.
Dalam kasus kades banjarnegara diteror bom molotov, Hoho meyakini pelaku tidak bekerja sendiri.
“Saya yakin ada pihak lain di balik kejadian ini. Aksi seperti ini tidak mungkin terjadi begitu saja, apalagi di lingkungan desa,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengaku tidak memiliki konflik pribadi dengan pihak mana pun, meskipun dikenal tegas dalam menjalankan pemerintahan desa.
Pasca kejadian kades banjarnegara diteror bom molotov, Hoho mengaku melihat dua mobil mencurigakan melintas di sekitar rumahnya pada malam hari.
“Tadi malam terlihat dua kendaraan mencurigakan. Saya bahkan menantang melalui media sosial agar datang lagi jika berani,” katanya.
Hoho bersama warga sempat melakukan pengejaran terhadap dua mobil tersebut.
“Kami sempat mengejar dua mobil itu. Saat ditanya, mereka tampak kebingungan lalu kabur. Saya sempat bilang kalau perlu diamankan, tapi mereka langsung melarikan diri,” ungkapnya.

