sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Komisi D DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Bina Marga untuk bergerak cepat dalam menangani jalan berlubang tanpa harus menunggu keluhan warga viral di media sosial.

Hal ini disampaikan sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja penanganan infrastruktur jalan di Ibu Kota.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike menegaskan bahwa petugas lapangan seharusnya proaktif menyisir titik-titik jalan rusak dan segera melakukan perbaikan.

DPRD Minta Penanganan Jalan Tak Tunggu Aduan Warga

Hal ini dikatakan Yuke dalam rapat kerja bersama dinas terkait di Gedung DPRD DKI Jakarta, jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada Kamis, (23/4/2026).

“Kita mengimbau untuk satgas-satgas yang di lapangan, khususnya Bina Marga ya. Kita inginnya sebelum pengaduan masyarakat itu itu sudah langsung dikerjakan dulu,” kata Yuke.

Ia menekankan bahwa petugas tidak perlu menunggu laporan masyarakat untuk mulai bekerja. Setiap kerusakan, sekecil apa pun, harus segera ditangani.

“Menyisir setiap ada yang kendala kecil enggak usah nunggu, bisa langsung dikerjain, dirapikan, dirapikan,” jelasnya.

Kendala Cuaca hingga Evaluasi Material Jadi Sorotan

Yuke mengakui bahwa faktor cuaca menjadi salah satu kendala dalam proses perbaikan jalan. Curah hujan yang tinggi membuat penambalan jalan tidak dapat dilakukan secara optimal, sehingga banyak jalan rusak yang belum tertangani.

“Kita tahu kendala cuaca juga pasti menentukan banget gitu. Dengan cuaca yang kadang-kadang bisa hujan, bisa kering, tapi ini kan mungkin nanti ke depan pada saat musim kering ini kan mungkin bisa dimaksimalin jalan-jalannya kemarin yang baru sementara ditambal,” jelas dia.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap kualitas material yang digunakan dalam perbaikan jalan. Menurutnya, perbaikan yang hanya bersifat sementara tanpa memperhatikan akar masalah akan membuat kerusakan kembali terjadi.

“Cuman tadi juga yang menjadi pencermatan kita adalah terkait mungkin material, sudah gitu bahan baku, terus pengawasan. Karena banyak misalnya, oke jalan bolong atau jelek kita tambal, tapi ternyata mungkin saluran airnya mungkin enggak bagus atau di bawahnya mungkin tanahnya gampang turun,” tegas Yuke.

Dengan evaluasi menyeluruh, DPRD berharap perbaikan jalan di Jakarta tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan solusi jangka panjang bagi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.