sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut pemerintah (Pemprov) DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk mengintegrasikan jaringan CCTV di berbagai titik di Jakarta.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat sistem keamanan dan pemantauan di ibu kota yang menjadi prioritas utama.

“Masalah keamanan di Jakarta terus terang tetap menjadi prioritas utama Pemerintah DKI Jakarta yang saya pimpin,” kata Pramono pada Senin, (18/5/2026).

Pramono Gandeng Polda Metro Integrasikan CCTV Jakarta

Pramono menjelaskan integrasi CCTV nantinya mencakup kamera pengawas milik Pemprov DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, instansi lain, hingga gedung-gedung swasta bertingkat.

Menurutnya, koordinasi tersebut penting agar pemantauan situasi keamanan di Jakarta bisa dilakukan secara lebih optimal dan terhubung dalam satu sistem.

“Hari ini, kami akan melakukan kerja sama dengan Kapolda Metro Jaya untuk bagaimana CCTV di seluruh Jakarta itu baik yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta, maupun oleh Polda Metro Jaya, maupun instansi lain, maupun gedung-gedung yang tingkatnya lebih dari 4, sekarang ini bisa kita koordinasikan dengan baik,” jelasnya.

Pemprov Siapkan Pengawasan dan Bantalan Sosial

Selain penguatan pengawasan lewat CCTV, Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan berbagai program pendukung untuk menjaga kestabilan keamanan di tengah masyarakat.

Salah satunya melalui penyediaan bantalan sosial yang disebut dibutuhkan dalam kondisi tertentu.

“Sehingga dengan demikian berbagai hal dalam kondisi yang seperti ini, Pemerintah DKI Jakarta sudah juga menyiapkan bantalan-bantalan sosial yang memang diperlukan atau dibutuhkan nantinya,” kata Pramono.

Ia berharap sistem CCTV terintegrasi nantinya dapat membantu aparat penegak hukum dalam memantau kondisi Jakarta sekaligus mencegah tindak pelanggaran hukum sejak dini.

“Kalau itu bisa dilakukan, itu bisa sebagai monitoring awal orang yang membuat perilaku untuk tidak baik di Jakarta,” pungkasnya.