sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para pencari kerja, lulusan baru, hingga mahasiswa tingkat akhir.

Pemerintah kembali menggulirkan Program Magang Nasional pada tahun 2026 dengan kuota mencapai 150 ribu peserta yang akan memperoleh uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) sesuai wilayah penempatan.

Program tersebut menjadi bagian dari Paket Stimulus Ekonomi Triwulan II dan Semester II Tahun 2026 yang diumumkan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa program magang dan vokasi menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua tahun 2026.

Menurut Airlangga, program ini tidak hanya membuka kesempatan belajar dan bekerja bagi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

“Program magang dan vokasi akan didorong pelaksanaannya pada semester kedua 2026 sehingga dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Pemerintah Gelontorkan Anggaran Rp6,26 Triliun

Dalam pelaksanaannya, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp6,26 triliun untuk mendukung program peningkatan kompetensi tenaga kerja tersebut.

Dari total anggaran itu, sekitar Rp4,14 triliun disiapkan untuk penyelenggaraan Program Magang Nasional yang akan menampung 150 ribu peserta.

Sementara itu, Rp2,12 triliun dialokasikan untuk program pelatihan vokasi yang menyasar sekitar 220 ribu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Pemerintah berharap kedua program tersebut dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri saat ini.

Evaluasi Program Sebelumnya Dinilai Positif

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa pelaksanaan Program Magang Nasional sebelumnya melalui skema MagangHub menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

Pada pelaksanaan sebelumnya, program tersebut berhasil menarik minat lebih dari 370 ribu pendaftar, dengan sekitar 102,6 ribu peserta berhasil lolos dan ditempatkan di 8.048 perusahaan maupun instansi pemerintah di seluruh Indonesia.

Peserta yang mengikuti program mendapatkan berbagai manfaat, mulai dari uang saku setara UMP, perlindungan sosial ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor profesional, hingga kesempatan memperoleh sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Mayoritas Peserta Mengaku Puas

Hasil evaluasi yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang cukup tinggi.

Dari survei terhadap 65.245 peserta, sebanyak 84,26 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap pelaksanaan Program Magang Nasional.

Selain itu, sekitar 67,13 persen responden mengaku program tersebut membantu meningkatkan kondisi ekonomi mereka maupun keluarga.

Tidak hanya peserta, perusahaan dan instansi yang menjadi tempat magang juga memberikan respons positif terhadap program tersebut.

Berdasarkan survei terhadap 7.217 perusahaan dan instansi penyelenggara, sebanyak 84,13 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap kontribusi yang diberikan peserta magang selama menjalani program.

“Ini menjadi umpan balik yang sangat positif untuk pelaksanaan program magang berikutnya,” kata Yassierli.

Kompetensi Peserta Mengalami Peningkatan

Kementerian Ketenagakerjaan juga mencatat adanya peningkatan kemampuan peserta selama mengikuti program.

Berdasarkan penilaian dari 22.297 mentor, sebanyak 65,55 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi teknis secara signifikan.

Peningkatan tersebut tidak hanya terjadi pada kemampuan teknis sesuai bidang pekerjaan, tetapi juga mencakup keterampilan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, hingga kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja profesional.

Data evaluasi menunjukkan rata-rata skor kompetensi peserta meningkat dari 3,77 menjadi 4,19 berdasarkan penilaian peserta sendiri. Sementara berdasarkan penilaian mentor, skor kompetensi meningkat dari 3,33 menjadi 3,66.

Sektor Keuangan Jadi Penyerap Terbesar

Dari sisi peluang kerja, sektor jasa keuangan tercatat sebagai bidang yang paling banyak merekrut peserta magang menjadi tenaga kerja tetap.

Selain sektor keuangan, peluang kerja juga banyak terbuka di sektor perdagangan besar, industri pengolahan, kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa administrasi, serta sektor akomodasi.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa program magang tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga membuka peluang karier bagi para peserta setelah menyelesaikan masa magang.

Persiapan Pembukaan Gelombang Baru

Melihat hasil evaluasi yang positif, Kementerian Ketenagakerjaan memastikan Program Magang Nasional akan kembali dibuka dengan kapasitas yang lebih besar pada tahun 2026.

Pemerintah juga berkomitmen memperkuat ekosistem pelatihan vokasi nasional melalui peningkatan kualitas pelatihan, perluasan sertifikasi kompetensi, serta penguatan fasilitas dan infrastruktur pelatihan kerja.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap dapat menciptakan tenaga kerja yang lebih kompeten, adaptif, dan siap menghadapi kebutuhan dunia usaha serta industri yang terus berkembang.

Dengan kuota mencapai 150 ribu peserta dan dukungan anggaran triliunan rupiah, Program Magang Nasional 2026 diharapkan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda di tengah tantangan ekonomi global.