sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Pemerintah memastikan setiap Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kopkel) Merah Putih akan memperoleh dukungan fasilitas senilai sekitar Rp3 miliar.

Namun, bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa aset dan sarana operasional untuk mendukung aktivitas koperasi di daerah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan bahwa skema bantuan tersebut dirancang agar koperasi memiliki infrastruktur yang memadai sejak awal berdiri.

Dengan demikian, koperasi dapat langsung menjalankan fungsi ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat tanpa harus membangun fasilitas dari nol.

Menurut Zulhas, aset yang diberikan mencakup bangunan koperasi berukuran sekitar 600 meter persegi, satu unit truk, satu unit mobil pikap, serta dua unit becak motor.

Seluruh fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi penunjang utama dalam kegiatan distribusi barang, pengangkutan hasil pertanian, hingga pelayanan kebutuhan masyarakat desa dan kelurahan.

Pendampingan Selama Dua Tahun

Pemerintah juga menyiapkan sistem pendampingan agar koperasi dapat berjalan secara profesional. Pada tahap awal operasional, pengelolaan Kopdes/Kopkel Merah Putih akan didampingi oleh Agrinas selama dua tahun.

Selama masa pendampingan tersebut, koperasi akan dipimpin oleh seorang manajer profesional yang pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola koperasi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa dan kelurahan.

Menjadi Pusat Distribusi dan Layanan Pemerintah

Selain menjalankan fungsi usaha, Koperasi Merah Putih juga diproyeksikan menjadi pusat berbagai layanan pemerintah.

Koperasi akan berperan sebagai titik penyaluran bantuan sosial, distribusi kebutuhan pokok, pemasaran hasil pertanian, hingga tempat penyimpanan gabah hasil panen petani.

Dengan fungsi tersebut, pemerintah berharap rantai distribusi menjadi lebih singkat sehingga petani memperoleh harga yang lebih baik, sementara masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa berbasis koperasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan kelembagaan ekonomi lokal.

Target Puluhan Ribu Gedung Rampung Agustus 2026

Pemerintah menargetkan pembangunan 35.872 gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat diselesaikan pada Agustus 2026.

Setelah pembangunan selesai, seluruh koperasi tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada September 2026.

Keberadaan jaringan koperasi dalam jumlah besar tersebut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional melalui sistem distribusi yang lebih efisien.

Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menghidupkan kembali peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

Melalui dukungan infrastruktur, pendampingan manajemen, dan integrasi dengan berbagai program pemerintah, koperasi diharapkan mampu berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah menegaskan bahwa bantuan berupa aset dipilih agar pemanfaatannya lebih tepat sasaran, transparan, dan dapat langsung digunakan untuk meningkatkan produktivitas koperasi dibandingkan pemberian dana tunai.