Mulai 2027, Layanan Transportasi ke Kepulauan Seribu Akan Dikelola TransJakarta!
HAIJAKARTA.ID- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan perubahan besar dalam sistem transportasi menuju dan dari Kepulauan Seribu.
Mulai 2027, layanan transportasi laut yang selama ini berada di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta direncanakan dialihkan kepada PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).
Rencana tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas integrasi transportasi publik agar akses masyarakat di seluruh wilayah Jakarta semakin mudah.
Pramono menegaskan bahwa peningkatan layanan transportasi tidak boleh hanya berfokus pada wilayah daratan Jakarta.
Warga yang tinggal di Kepulauan Seribu juga harus mendapatkan akses transportasi publik yang lebih baik dan terintegrasi.
“Kita harus adil bagi semua warga Jakarta, termasuk di Pulau Seribu. Mulai tahun depan, dari seluruh kota maupun Kepulauan Seribu, transportasinya harus lebih mudah dan efisien,” ujar Pramono, Minggu (9/8/2026).
Pengelolaan Transportasi Beralih dari Dishub ke TransJakarta
Selama ini, layanan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu masih berada di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Ke depan, pengelolaan tersebut akan dialihkan kepada BUMD, yakni PT Transportasi Jakarta.
Pramono menyebut langkah ini diharapkan dapat membuat sistem transportasi menuju Kepulauan Seribu menjadi lebih terintegrasi dengan jaringan transportasi umum Jakarta.
“Pengelolaannya tidak lagi dikelola oleh Dinas Perhubungan, tetapi akan diberikan kepada BUMD, dalam hal ini TransJakarta,” kata Pramono
Seperti yang di laporkan bahwa pengalihan pengelolaan transportasi laut menuju dan dari Kepulauan Seribu tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
Bukan Berarti Bus TransJakarta Menyeberangi Laut
Rencana ini perlu dipahami sebagai pengalihan pengelolaan layanan transportasi laut kepada TransJakarta, bukan berarti bus TransJakarta akan beroperasi menyeberangi laut menuju pulau-pulau di Kepulauan Seribu.
Dengan kata lain, TransJakarta nantinya akan mengambil peran dalam pengelolaan layanan transportasi laut yang menghubungkan wilayah Jakarta dengan Kepulauan Seribu.
Bentuk rute, armada, jadwal, tarif, serta mekanisme integrasinya masih menjadi bagian yang perlu disiapkan pemerintah.
Kepulauan Seribu Masih Punya Tantangan Transportasi
Pengembangan transportasi laut memang menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat Kepulauan Seribu.
Dalam Musrenbang RKPD DKI Jakarta 2027, Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu sebelumnya telah menyampaikan bahwa transportasi laut merupakan salah satu tantangan utama wilayah tersebut.
Pemkab Kepulauan Seribu bahkan mengusulkan peningkatan layanan transportasi laut dengan konsep rute berbentuk koridor dan feeder, menyerupai sistem transportasi yang telah diterapkan di wilayah daratan Jakarta.
Artinya, pengalihan pengelolaan kepada TransJakarta berpotensi menjadi langkah untuk memperkuat konektivitas antara layanan transportasi darat dan laut.
Infrastruktur Pelabuhan Juga Terus Dikembangkan
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga tengah memperkuat infrastruktur transportasi laut di Kepulauan Seribu.
Pada Maret 2026, Gubernur Pramono Anung meresmikan dermaga pelabuhan di Pulau Pari. Fasilitas tersebut dilengkapi terminal pelabuhan dan sejumlah fasilitas pendukung untuk masyarakat maupun pengguna jasa.
Pemprov DKI juga mendorong penyelesaian pembangunan pelabuhan di Pulau Pramuka agar konektivitas transportasi laut semakin baik.
Ditargetkan Membuat Mobilitas Warga Lebih Mudah
Melalui perubahan pengelolaan tersebut, Pemprov DKI berharap mobilitas masyarakat Kepulauan Seribu menuju Jakarta maupun sebaliknya dapat menjadi lebih mudah, efisien, dan terintegrasi.
Kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan akses transportasi publik yang lebih setara bagi warga yang tinggal di wilayah kepulauan.
Jika sistemnya berjalan optimal, warga Kepulauan Seribu tidak hanya mendapatkan layanan transportasi laut yang lebih terorganisir, tetapi juga berpeluang memperoleh koneksi yang lebih baik dengan berbagai moda transportasi publik di Jakarta.
Dengan target mulai 2027, masyarakat kini masih menantikan seperti apa bentuk layanan TransJakarta di Kepulauan Seribu, termasuk rute, jadwal keberangkatan, jenis kapal, tarif, serta pola integrasi dengan transportasi darat.

