sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Warga Jakarta kini semakin dekat dengan hadirnya layanan LRT Jakarta yang menghubungkan kawasan Kelapa Gading hingga Manggarai.

Namun, peresmian operasional rute tersebut yang sebelumnya dijadwalkan pada Rabu, 26 Agustus 2026, harus ditunda untuk memastikan sejumlah fasilitas dan pelayanan benar-benar siap digunakan masyarakat.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan penjadwalan ulang dilakukan setelah evaluasi akhir terhadap keseluruhan persiapan.

Penyempurnaan terutama diarahkan pada sejumlah detail fasilitas serta aspek inklusivitas agar layanan dapat digunakan secara aman, nyaman, dan mudah diakses seluruh warga.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan perubahan tersebut hanya menyangkut waktu pelaksanaan peresmian dan tidak mengubah agenda pengembangan LRT Jakarta.

Pemprov DKI bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro tetap melanjutkan tahapan pengembangan koridor Kelapa Gading-Manggarai.

“Setelah melakukan evaluasi akhir terhadap keseluruhan pelaksanaan kegiatan, Pemprov DKI memutuskan untuk menjadwalkan ulang peresmian LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai,” ujar Marulina dalam keterangan Pemprov DKI, Rabu (26/8/2026).

Ia menjelaskan, peresmian akan dilakukan setelah sejumlah fasilitas disempurnakan. Langkah tersebut dilakukan agar layanan yang nantinya diberikan kepada masyarakat tidak hanya mengutamakan ketepatan waktu, tetapi juga aspek keselamatan, kenyamanan, dan aksesibilitas.

Lintasan 12,2 Kilometer dengan 11 Stasiun

LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai memiliki lintasan sepanjang sekitar 12,2 kilometer dengan total 11 stasiun.

Rute tersebut terdiri dari:

  • Kelapa Gading
  • Boulevard Utara
  • Boulevard Selatan
  • Pulomas
  • Equestrian
  • Velodrome
  • Rawamangun
  • Pramuka
  • Matraman
  • Proklamasi
  • Manggarai

Perpanjangan jalur tersebut merupakan kelanjutan dari LRT Jakarta fase 1A yang telah melayani rute Pegangsaan Dua-Kelapa Gading hingga Velodrome sejak 2019.

Sementara itu, fase 1B Velodrome-Manggarai memiliki panjang 6,4 kilometer dan mencakup lima stasiun tambahan.

Kelima stasiun tersebut meliputi Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.

Dengan tersambungnya fase tersebut, perjalanan dari kawasan Kelapa Gading menuju Manggarai diperkirakan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 28 menit.

Pemprov DKI juga memperkirakan kapasitas awal layanan dapat mencapai sekitar 60.000 hingga 80.000 penumpang per hari.

Tarif Transisi Rp5.000

Dari sisi tarif, masyarakat akan mendapatkan tarif flat sebesar Rp5.000 sekali perjalanan selama masa transisi.

Layanan LRT Jakarta pada koridor tersebut direncanakan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB setelah resmi beroperasi penuh.

Kehadiran jalur hingga Manggarai juga dinilai penting karena kawasan tersebut merupakan salah satu simpul transportasi utama Jakarta.

Pengembangan fase 1B memang diarahkan untuk memperkuat konektivitas LRT dengan moda transportasi lainnya, termasuk KRL Commuter Line dan TransJakarta.

Fasilitas Inklusif Jadi Perhatian

Sebelum dibuka untuk masyarakat luas, pemerintah masih memastikan berbagai aspek teknis dan pelayanan memenuhi standar yang ditetapkan.

Sebelumnya, Pemprov DKI menyebut proses akhir mencakup pengujian jalur, sistem persinyalan, pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM), hingga safety assessment. Penyempurnaan akses keluar-masuk penumpang dan fasilitas universal seperti guiding block serta lift bagi penyandang disabilitas juga menjadi bagian dari tahapan akhir.

Karena itu, keputusan menunda peresmian bukan berarti proyek LRT Kelapa Gading-Manggarai dihentikan.

Penundaan dilakukan agar layanan dapat benar-benar siap sebelum digunakan secara penuh oleh masyarakat.

Hingga kini, Pemprov DKI belum menetapkan tanggal baru untuk peresmian. Jadwal terbaru akan diumumkan setelah seluruh persiapan dan penyempurnaan fasilitas dinyatakan selesai.

Dengan hadirnya koridor Kelapa Gading-Manggarai, jaringan transportasi publik Jakarta diharapkan semakin terhubung, sekaligus memberikan alternatif perjalanan yang lebih cepat bagi masyarakat Jakarta Utara, Jakarta Timur, hingga Jakarta Selatan.