sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Melambungnya harga tiket pesawat menuju Bangka Belitung membuat masyarakat kembali berharap adanya pilihan transportasi alternatif yang lebih terjangkau.

Salah satu opsi yang kini kembali didorong adalah pengoperasian kapal cepat rute Jakarta–Bangka–Belitung.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, menilai transportasi laut cepat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan konektivitas sekaligus menjaga aktivitas ekonomi daerah, terutama sektor pariwisata.

Menurut Edi, rencana menghadirkan kembali kapal cepat tersebut sebenarnya sudah dibahas bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

DPRD Babel sebelumnya melakukan audiensi dengan jajaran ASDP di Jakarta pada awal Juli 2026.

Namun, hingga akhir Agustus, belum ada keputusan final mengenai armada maupun waktu pengoperasiannya.

“Hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan,” ujar Edi, Senin (31/8/2026).

Pernah Jadi Andalan Warga

Kapal cepat dengan rute Jakarta-Bangka-Belitung bukanlah hal baru. Beberapa tahun lalu, rute tersebut pernah dilayani kapal cepat Mahakam dan Cisadane.

Layanan tersebut kemudian berhenti beroperasi ketika harga tiket pesawat masih relatif murah sehingga masyarakat memiliki pilihan perjalanan udara yang lebih kompetitif.

Kini kondisinya berubah, kenaikan harga tiket pesawat membuat transportasi laut cepat kembali dinilai memiliki peluang untuk menjadi alternatif perjalanan bagi masyarakat.

Dalam audiensi sebelumnya, Edi bahkan menyebut tarif sekitar Rp500 ribu per penumpang berpotensi menarik minat masyarakat jika layanan tersebut dapat diwujudkan.

Bukan Cuma untuk Wisatawan

Menurut DPRD Babel, keberadaan kapal cepat nantinya bukan hanya untuk wisatawan.

Moda transportasi tersebut juga dinilai penting bagi masyarakat yang harus bepergian ke Jakarta untuk bekerja, menempuh pendidikan, maupun berbagai kebutuhan lainnya.

Selain itu, konektivitas yang lebih cepat diharapkan dapat memberikan efek positif terhadap sektor perdagangan, investasi, hingga pariwisata di Bangka Belitung.

“Transportasi laut yang cepat dan stabil sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Edi.

Selama ini, perjalanan menggunakan kapal feri dari Jakarta menuju Bangka membutuhkan waktu jauh lebih lama.

Dengan kapal cepat, perjalanan diharapkan dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih efisien.

ASDP Masih Kaji Armada

ASDP sebelumnya menyatakan akan melakukan kajian terlebih dahulu sebelum memutuskan pengoperasian kembali kapal cepat Jakarta–Belitung.

Kajian tersebut mencakup aspek teknis, operasional, kelayakan bisnis, serta ketersediaan armada yang sesuai.

Kapal Mahakam dan Cisadane yang dahulu melayani rute tersebut juga sudah tidak lagi menjadi armada ASDP.

Karena itu, apabila layanan kembali dibuka, diperlukan pencarian atau pengadaan kapal dengan spesifikasi yang sesuai.

Pada Juli lalu, ASDP disebut membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk melakukan kajian internal sebelum memberikan keputusan lebih lanjut mengenai usulan tersebut.

Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Babel

DPRD Babel berharap kajian ASDP tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat.

Apalagi, Bangka Belitung merupakan wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada konektivitas transportasi untuk mendukung pergerakan orang, barang, dan jasa.

Pemerintah Provinsi Babel sendiri juga tengah memperkuat infrastruktur transportasi laut.

Pada Juni 2026, pembangunan Dermaga II sekaligus peningkatan kapasitas Pelabuhan Tanjung Kalian dimulai sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan distribusi logistik daerah.

Jika kapal cepat Jakarta–Bangka–Belitung benar-benar kembali beroperasi dengan tarif yang terjangkau, layanan tersebut berpotensi menjadi pilihan baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi mahalnya tiket pesawat.

Bagi sektor pariwisata, hadirnya transportasi laut cepat juga diharapkan membuat Bangka Belitung semakin mudah dijangkau wisatawan dari Jakarta.