Hadiah OSN 2026 Dipangkas, Mendikdasmen Minta Maaf dan Siapkan Skema Pendanaan Baru!
HAIJAKARTA.ID- Besaran hadiah bagi siswa peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SD dan SMP tahun 2026 menjadi sorotan publik.
Pemerintah mengakui adanya penurunan nominal hadiah yang diberikan kepada para siswa berprestasi tahun ini.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan permintaan maaf atas berkurangnya nominal penghargaan tersebut.
Menurutnya, penurunan hadiah terjadi karena Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen mengalami pemangkasan anggaran yang cukup signifikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti setelah menghadiri Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).
Mu’ti menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menyesuaikan sejumlah komponen dalam penyelenggaraan OSN, termasuk besaran hadiah bagi para peraih medali.
Ia meminta masyarakat memahami kondisi tersebut dan menegaskan bahwa pengurangan hadiah bukan berarti pemerintah mengurangi perhatian terhadap siswa yang berhasil menorehkan prestasi.
“Karena memang ada pengurangan anggaran yang signifikan untuk Puspresnas, sehingga mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar sebagaimana yang diharapkan,” ujar Mu’ti.
Hadiah Emas Rp3 Juta
Berdasarkan pengumuman Puspresnas Kemendikdasmen pada Minggu (30/8/2026), peraih medali OSN jenjang SD dan SMP tahun ini mendapatkan uang pembinaan dengan nominal berbeda sesuai kategori medali.
Peraih medali emas memperoleh Rp3 juta, sementara medali perak mendapatkan Rp2 juta dan medali perunggu sebesar Rp1 juta.
Nominal tersebut menjadi perhatian karena jauh lebih rendah dibandingkan hadiah pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Sejumlah pemberitaan mencatat bahwa pada 2025, hadiah yang diberikan mencapai Rp15 juta untuk emas, Rp10 juta untuk perak, dan Rp5 juta untuk perunggu.
Dengan perbandingan tersebut, nominal hadiah 2026 turun sekitar 80 persen pada masing-masing kategori.
Penurunan itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Perhatian publik terutama tertuju pada besarnya perjuangan siswa untuk mencapai tingkat nasional, mulai dari proses seleksi hingga mengikuti kompetisi.
Juara OSN Tetap Mendapat Dukungan
Di tengah polemik mengenai besaran hadiah, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap siswa yang memiliki prestasi akademik.
Menurutnya, penghargaan terhadap siswa berprestasi tidak semata-mata diukur dari jumlah uang yang diterima.
Para peraih medali OSN juga disebut mendapatkan prioritas dalam akses dukungan pendidikan, termasuk peluang memperoleh beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Bukan berarti kami tidak mendukung prestasi, tapi kami berusaha dengan dana yang memang sangat terbatas tetap bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berprestasi,” kata Mu’ti.
Dengan demikian, pemerintah berharap prestasi siswa tetap dapat berkembang meskipun kondisi anggaran saat ini terbatas.
Pemerintah Cari Sumber Pendanaan Baru
Abdul Mu’ti juga menyatakan Kemendikdasmen tengah mencari alternatif pembiayaan untuk penyelenggaraan OSN pada masa mendatang.
Pemerintah berharap adanya sumber pendanaan lain dapat membantu meningkatkan kembali anggaran penghargaan bagi siswa berprestasi sehingga besaran hadiah tidak terus mengalami pengurangan.
“Kami sedang mencari skema supaya anggarannya dapat digunakan dari sumber-sumber lain sehingga anggaran hadiahnya dapat ditambah,” ujar Mu’ti.
Polemik hadiah OSN 2026 pun menjadi perhatian lebih luas mengenai bagaimana pemerintah memberikan apresiasi kepada siswa yang berprestasi di bidang sains.
Di sisi lain, Kemendikdasmen menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan kesempatan siswa untuk berkompetisi dan mengembangkan potensinya.
Pemerintah kini ditunggu realisasi skema pendanaan baru agar pembinaan dan penghargaan bagi talenta-talenta muda di bidang sains dapat terus diperkuat.

