Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Diamankan!
HAIJAKARTA.ID- Sebuah rumah dinas di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, menjadi sorotan setelah diduga digunakan sebagai tempat operasional judi online (judol).
Menanggapi kasus tersebut, pihak TNI menyebut rumah yang ditempati seorang perwira TNI itu diduga telah disewakan kepada masyarakat sipil dan disalahgunakan oleh pihak penyewa.
Kasus ini terungkap setelah aparat melakukan penggerebekan di lokasi pada Minggu (4/10/2026).
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan 11 orang yang diduga terlibat dalam aktivitas operasional judi online.
Kapendam Jaya Letkol Arh Noor Iskak menjelaskan bahwa berdasarkan informasi sementara, rumah dinas tersebut diduga disalahgunakan oleh pihak yang menyewanya.
Kendati demikian, pihak TNI masih melakukan pendalaman untuk memastikan bagaimana rumah yang berada di lingkungan perumahan militer itu dapat digunakan untuk aktivitas perjudian daring.
Dikutip dari pemberitaan Kumparan, rumah tersebut diketahui ditempati oleh Letkol Inf Arman.
Perwira yang bersangkutan telah menjalani pemeriksaan di Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya) untuk mendalami keterkaitannya dengan penggunaan rumah tersebut.
TNI Dalami Dugaan Penyalahgunaan Rumah Dinas
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak turut memberikan tanggapan mengenai kasus yang menjadi perhatian publik tersebut.
Maruli menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendalami dugaan keterlibatan orang yang menyewakan rumah tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa seorang pihak terkait telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Pomdam Jaya.
Menurut Maruli, penyelidikan masih diperlukan untuk memastikan siapa saja yang mengetahui dan terlibat dalam penyalahgunaan rumah dinas tersebut.
Pemeriksaan terhadap Letkol Inf Arman dilakukan untuk mengungkap peran dan tanggung jawabnya dalam perkara ini.
Namun, dugaan keterlibatan pihak tertentu masih harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan.
Pihak TNI juga menegaskan bahwa setiap prajurit yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenai tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebanyak 11 Orang Diamankan Saat Penggerebekan
Penggerebekan rumah yang diduga menjadi lokasi operasional judi online tersebut dilakukan pada Minggu (4/10/2026).
Dalam operasi itu, petugas mengamankan 11 orang yang diduga berperan sebagai operator judi online.
Dari jumlah tersebut, enam orang merupakan laki-laki dan lima lainnya perempuan. Para terduga operator diamankan untuk menjalani pemeriksaan guna mengungkap aktivitas yang berlangsung di dalam rumah tersebut.
Selain mengamankan sejumlah orang, petugas turut menyita berbagai perangkat elektronik yang diduga digunakan untuk mendukung operasional perjudian daring.
Barang bukti yang diamankan meliputi 32 unit komputer dan 14 telepon seluler. Petugas juga menemukan sembilan kartu tanda penduduk (KTP) yang turut disita dalam proses penindakan.
Setelah penggerebekan, aparat memasang garis polisi di sekitar lokasi dan memutus aliran listrik di rumah tersebut.
Langkah itu dilakukan seiring dengan proses pemeriksaan lokasi dan pengamanan barang bukti.
Hingga kini, pemeriksaan terhadap para terduga operator serta barang bukti masih berlangsung untuk mendalami dugaan aktivitas perjudian daring di tempat tersebut.
TNI Tegaskan Prajurit yang Melanggar Akan Ditindak
Kasus dugaan penyalahgunaan rumah dinas ini menjadi perhatian karena lokasi yang diduga digunakan untuk aktivitas judi online berada di kompleks perumahan milik Angkatan Darat.
Penyelidikan diharapkan dapat mengungkap bagaimana rumah tersebut bisa disewakan kepada pihak sipil, siapa yang bertanggung jawab atas penyewaan itu, serta sejauh mana pemilik atau penghuni rumah mengetahui dugaan aktivitas perjudian yang berlangsung di dalamnya.
TNI menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap fakta secara menyeluruh. Apabila ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit, tindakan akan dijatuhkan sesuai aturan yang berlaku.
Sementara itu, dugaan keterlibatan pihak-pihak yang diamankan maupun penghuni rumah masih perlu dipastikan melalui proses pemeriksaan lebih lanjut.

