Pemprov DKI Siapkan Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulogadung 1,8 Km, Ditargetkan Rampung 2027!
HAIJAKARTA.ID- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan jalur alternatif baru yang menghubungkan kawasan Kelapa Gading di Jakarta Utara dengan Pulogadung di Jakarta Timur.
Jalan tembus sepanjang 1,8 kilometer ini diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah dan mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Menurut informasi yang beredar dari akun @jktinfo, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pembangunan jalan tembus ini selesai pada 2027.
Mengurai Kepadatan di Perintis Kemerdekaan
Jalan Perintis Kemerdekaan selama ini menjadi salah satu penghubung utama arus kendaraan antara Jakarta Utara dan Jakarta Timur, sehingga volume lalu lintasnya tinggi.
Dengan adanya jalur alternatif, sebagian kendaraan diharapkan beralih dan tekanan di ruas utama itu berkurang. Perjalanan warga antardua wilayah pun diharapkan lebih lancar.
Bukan Rencana Baru
Gagasan jalan tembus di kawasan ini sudah punya landasan hukum sejak lama. Basis data regulasi mencatat Peraturan Gubernur Nomor 81 Tahun 2013 tentang penguasaan perencanaan/peruntukan tanah untuk pembangunan jalan tembus dari Jalan Kelapa Gading Timur sampai Terminal Pulo Gadung.
Pergub tersebut menunjukkan bahwa pengadaan lahan untuk koridor ini telah direncanakan lebih dari satu dekade lalu.
Sejalan dengan Penguatan Transportasi Utara-Timur Jakarta
Rencana jalan tembus ini muncul ketika konektivitas di kawasan Kelapa Gading terus diperkuat.
Pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai disebut sudah rampung, termasuk sistem persinyalan dan perkeretaapian yang siap digunakan.
Rute ini sepanjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun. Pramono juga menyebut perpanjangan sekitar 2 kilometer ke Dukuh Atas direncanakan mulai dibangun awal 2027 dan selesai 2028.
Di sisi lain, Pemprov juga menangani persoalan banjir di Kelapa Gading. Pengerukan Kali Cakung Lama sepanjang 8 kilometer dalam 11 segmen ditargetkan selesai pada 2027.
Beberapa proyek di wilayah yang sama itu menjadikan 2027 tahun penting bagi pembenahan infrastruktur Jakarta Utara dan sekitarnya.
Jika terealisasi sesuai target, jalan tembus ini diharapkan memangkas waktu tempuh, memberi pilihan rute bagi pengendara, dan mendukung mobilitas harian warga di dua wilayah yang padat penduduk itu.
Pemprov DKI belum merinci anggaran, titik trase, maupun tahapan pembangunannya. Informasi lanjutan akan disampaikan setelah ada keterangan resmi.

