Harga Emas Dunia Anjlok 3,6 Persen, Emas Antam hingga UBS Ikut Turun pada 31 Oktober 2026!
HAIJAKARTA.ID- Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada perdagangan akhir pekan, Jumat (30/10/2026).
Nilainya merosot hingga 3,6 persen dan menyentuh level terendah dalam setahun terakhir.
Pelemahan harga emas global tersebut turut diikuti penurunan harga sejumlah produk emas batangan di pasar domestik.
Berdasarkan data Refinitiv, harga emas dunia ditutup pada level US$3.875,03 per troy ons. Penurunan sebesar 3,6 persen ini menjadi salah satu koreksi harian terdalam dalam periode satu tahun terakhir.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar, terutama setelah harga emas mengalami tekanan cukup besar.
Bahkan, muncul spekulasi mengenai kemungkinan harga emas dunia kembali melemah hingga menyentuh level US$3.600 per troy ons.
Tekanan di pasar global juga tercermin pada perdagangan emas batangan di dalam negeri.
Sejumlah produk yang dipasarkan melalui Galeri 24 Pegadaian, mulai dari Galeri 24, Antam, UBS, hingga Antam Mulia Retro, kompak mengalami penurunan harga pada Sabtu (31/10/2026).
Berdasarkan daftar harga yang tersedia di Galeri 24, emas Galeri 24 ukuran 1 gram kini dibanderol Rp2.478.000.
Harga tersebut turun Rp21.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp2.499.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada emas Antam. Untuk ukuran 1 gram, harganya tercatat sebesar Rp2.585.000, lebih rendah Rp13.000 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di angka Rp2.598.000.
Sementara itu, emas UBS ukuran 1 gram dipasarkan dengan harga Rp2.501.000. Angka tersebut mengalami koreksi Rp23.000 dari perdagangan sehari sebelumnya yang mencapai Rp2.524.000 per gram.
Adapun emas Antam Mulia Retro ukuran 1 gram turut mengalami penurunan. Produk tersebut kini dibanderol Rp2.482.000 per gram, turun Rp22.000 dibandingkan harga sebelumnya sebesar Rp2.504.000.
Penurunan harga yang terjadi pada berbagai produk emas tersebut menunjukkan bahwa pelemahan pasar emas global turut diikuti oleh pergerakan harga emas batangan di Indonesia.
Meski demikian, harga emas dapat mengalami perubahan mengikuti dinamika pasar internasional, nilai tukar mata uang, serta kebijakan harga dari masing-masing penyedia logam mulia.
Bagi masyarakat yang berencana membeli atau menjual emas, penting untuk terus memantau perkembangan harga terbaru.
Selain memperhatikan harga jual, calon pembeli juga perlu mempertimbangkan harga buyback atau pembelian kembali sebelum mengambil keputusan.

